Jangan Bercanda Tuhan

0
800
ist/net

Sajak terbaru: Ferry Arbania

Jangan bercanda Tuhan,
Kangen ini sudah memuncak diubun-ubun
bisakah engkau tiupkan angin laut sebentar saja ke daratan
Lihatlah, betap rinduku pada kampung halaman

Jangan bercanda Tuhan
Meski Ibuku tak melahirkan aku dikepulauan
mereka yang terlantar di pelabuhan adalah manusia-Mu juga
mereka mulai tidak sabar dan saling menyalahkan

Jangan Bercanda Tuhan
Puisi ini bukan lelucon
lihatlah wajah ibuku menanti dengan penuh cemas
bukankah cinta-Mu mengalir ditelapak kakinya

Ombak, kapal, perahu dan maut
kini semuanya berbaur dalam selimut
Sayangnya, kami tidak mengantuk
kami tidak jug abosan hidup

Jangan bercanda tuhan
rindu ini memanggilmu dengan do’a dan sumpah serapah
jika tak ada jalan lain meniti laut
terbangkanlah wajah ibuku pada bulan

Pelabuhan Kalianget, Senin Malam 13 Juli 2015