Mengenal Lebih Dekat Penyair Muda Sumenep Berhijab

Terbit: 31 Oktober 2018 | 17:00 WIB

Madura Expose–Tika Suhartatik, penyair muda berhijab ini dilahirkan di sebuah desa kecil di Kecamatan Saronggi Sumenep, baginya menulis adalah sebuah meditasi paling sunyi yang mampu menemukan arti diri.

Penah menjadi wartawan DPRD dan surat kabar di Sumenep, pernah aktif dan menjadi pengurus LPM STKIP PGRI Sumenep , sempat menjadi Pimpinan Redaksi Majalah Retorika, dan terjun ke dunia politik sebagai calon legislatif (2009), hingga akhirnya melanjutkan studi S2 di UNMUH Surabaya (2011).

Beberapa karyanya terbit di Majalah Jokotole (Balai Bahasa Jawa Timur), Koran Madura, Radar madura, Majalah Mitra Indonesia, Reportase, Radar Minggu, Majalah Edukasi, Majalah Retorika, Info dll.

Karya puisinya juga terkumpul dalam buku antologi puisi berbahasa Madura “Nemor Kara” (2006), dan “Jhimat” (2015) yang diterbitkan oleh Disbudparpora Sumenep. Tahun 2007 karyanya masuk nominasi ke-11 dari 25 naskah terbaik dalam Lomba Mengulas Karya Sastra (LMKS) Depdiknas Jakarta, dan tahun 2008 kembali mengikuti LMKS pada Program Khusus, tahun 2010 cerpennya  masuk  dalam Lomba Menulis Cerpen tingkat guru SMA/MA/SMK Negeri dan Swasta seluruh Indonesia oleh Depdiknas Jakarta.

Hingga saat ini dirinya mengabdi di sebuah Madrasah Aliyah swasta di kecamatan Bluto dan almamaternya STKIP PGRI Sumenep. (*/fer)

HotExpose:  Anomali Regulasi di Tapakerbau: Hegemoni Modal vs Kedaulatan Ekologi

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Anomali Regulasi di Tapakerbau: Hegemoni Modal vs Kedaulatan Ekologi

Terbit: 16 April 2026 | 19:20 WIB SUMENEP – Eskalasi konflik agraria di pesisir Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, kini memasuki fase krusial yang menguji integritas penegakan hukum di Jawa…

Jurus Fajar ‘Kepung’ Ekonomi Rakyat

Terbit: 16 April 2026 | 12:00 WIB SUMENEP – Akselerasi ekonomi syariah di Kabupaten Sumenep memasuki babak baru. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar secara progresif mendorong inklusi keuangan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *