MaduraExpose.com–
Gema kritik politik tajam dilontarkan oleh Mahfud MD, seorang figur hukum terkemuka, terhadap kelemahan struktural pemerintah yang dituding abai terhadap kekayaan alamnya sendiri.
Dalam sebuah ultimatum tersirat, ia menyoroti anomali ekonomi di tanah kelahirannya, Madura, di mana cadangan gas alam yang melimpah tidak pernah dikelola untuk menyejahterakan rakyat, melainkan menjadi ladang penjarahan bagi oligarki dan kroni-kroni kekuasaan.
Dalam sebuah serangan verbal langsung saat debat cawapres, Mahfud secara lugas memaparkan paradoks kebangsaan ini: Madura, yang menyimpan potensi gas alam raksasa, tetap terbelenggu dalam kemiskinan struktural.
“Madura itu kaya gas alam, tetapi sampai sekarang tidak pernah dioptimalkan untuk dimanfaatkan,” tegas Mahfud, menggambarkan kegagalan sistematis dalam pemerataan ekonomi.
Komentar Mahfud bukan sekadar keluhan, melainkan diagnosa hukum yang menohok. Ia mengaitkan langsung fenomena ini dengan epidemi korupsi akut yang menggerogoti setiap sendi ekonomi negara. Menurutnya, praktik korupsi brutal dan inefisiensi kronis telah menjadi penghalang tak terlihat yang merampas hak-hak ekonomi rakyat.
“Kita ini kaya raya dengan SDA… Masalahnya apa? Masalahnya banyak korupsi, dan inefisiensi di sektor-sektor pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya, menunjukkan bahwa kejahatan ekonomi telah mengebiri potensi bangsa.
Pernyataan Mahfud ini menggaungkan kembali tuntutan keadilan distributif dan kedaulatan rakyat atas sumber daya alamnya. Pertanyaan yang mengemuka adalah, siapa yang sebenarnya diuntungkan dari kelumpuhan politik yang membiarkan kekayaan Madura tetap tersembunyi, dan mengapa negara seolah absen dalam tugas konstitusionalnya untuk menjamin kesejahteraan seluruh rakyat?
[rml/gim/dbs]


















