maduraexpose.com

 


Konfercab NUPolitik

Badai Politik Hantam Senayan: Eko Patrio dan Uya Kuya ‘Ditebas’ PAN!

299
×

Badai Politik Hantam Senayan: Eko Patrio dan Uya Kuya ‘Ditebas’ PAN!

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

Setelah Partai NasDem mengejutkan publik dengan menendang Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari kursi DPR, kini giliran Partai Amanat Nasional (PAN) ikut melancarkan serangan.

 

 


Dalam sebuah langkah yang menggemparkan, PAN secara resmi mencopot dua bintangnya, Eko Patrio dan Uya Kuya, dari jabatan mereka sebagai anggota DPR RI.

 

Ini bukanlah pengunduran diri sukarela. PAN dengan tegas mengklarifikasi bahwa ini adalah tindakan disipliner—sebuah keputusan brutal yang diambil langsung oleh partai.


Gerakan Senyap yang Bikin Geger

Pengumuman ini datang dari Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, pada Minggu (31/8/2025). “Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya) sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI, terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025,” ungkap Viva Yoga dalam keterangan resminya.

 

 

Namun, di balik pernyataan formal itu, tersimpan misteri. Viva Yoga bungkam soal alasan spesifik di balik penonaktifan ini. Dia hanya mengaitkan keputusan ini dengan “situasi nasional terkini,” sebuah frasa yang ambigu dan penuh teka-teki.

 

 


Perintah Menjaga Ketenangan: Tanda Bahaya?

 

 

Di tengah badai yang diciptakan oleh PAN, mereka justru meminta masyarakat untuk tetap “tenang” dan “percaya penuh” kepada pemerintahan baru yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

 

 

“PAN mengimbau kepada masyarakat untuk bersikap tenang, sabar, dan mempercayakan secara penuh kepada pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan persoalan ini secara tepat, cepat, dan selalu berpihak kepada rakyat,” katanya.

 


Domino Politik Para Artis

 

Langkah tegas PAN ini seperti efek domino yang mengikuti jejak NasDem. Sebelumnya, NasDem lebih dulu menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach karena “ucapan keduanya dianggap telah mencederai perasaan rakyat dan menyimpang dari garis partai.”

 

Serangkaian penonaktifan para politisi yang berlatar belakang artis ini menunjukkan satu hal: ada ketegangan politik yang mendidih di balik layar. Partai-partai mulai membersihkan “rumah” mereka, menunjukkan tangan besi untuk mendisiplinkan kader di tengah situasi sosial politik yang memanas. [snn/gim/tim/dbs]

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----

---***---