
JAKARTA, MaduraExpose.com — Anggota Komisi XI DPR RI, Wihadi Wiyanto, menegaskan bahwa peredaran rokok ilegal yang semakin marak membutuhkan penindakan hukum yang lebih kuat dan terkoordinasi. Menyoroti dampak kerugian besar bagi negara dan industri, ia mendukung langkah pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Rokok Ilegal dan mendesak agar kinerjanya diawasi secara ketat.
“Rokok ilegal tidak hanya merugikan negara, tapi juga menghancurkan pabrik-pabrik yang taat membayar cukai. Satgas harus segera bekerja agar penerimaan negara meningkat,” ujar Wihadi dalam keterangan persnya hari ini.
Data terbaru dari Bea Cukai menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga pertengahan tahun ini, jumlah rokok ilegal yang berhasil ditindak telah mencapai lebih dari 285 juta batang, naik 32 persen dari periode yang sama tahun lalu. Padahal, pada tahun lalu saja, penerimaan negara dari Cukai Hasil Tembakau (CHT) telah mencapai angka Rp216 triliun.
Wihadi menambahkan, kebocoran akibat rokok ilegal juga mengancam kelangsungan hidup industri legal, kesejahteraan tenaga kerja, dan nasib para petani tembakau. Ia menekankan perlunya sinergi kuat antarlembaga, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, dan kementerian terkait, untuk memberantas rokok ilegal, terutama yang memanfaatkan platform daring.
Selain itu, legislator dari Partai Gerindra ini juga menyuarakan kekhawatiran terhadap Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) tentang kemasan polos (plain packaging). Menurutnya, kebijakan tersebut justru dapat mempermudah pemalsuan dan memperluas ruang gerak pasar gelap.
“Desain polos justru memudahkan pemalsuan. Jangan sampai niat baik untuk mengendalikan konsumsi malah memperluas pasar gelap,” pungkasnya.
Profil Singkat: Wihadi Wiyanto
Wihadi Wiyanto lahir di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada 25 Juli 1966. Sejak kecil, ia sudah ditempa dengan kemandirian, bahkan berjualan untuk membantu keluarganya. Setelah menamatkan pendidikan dasar di desa asalnya, Banjarejo, ia merantau ke Semarang untuk melanjutkan studi di SMA Kebun Dalem dan Universitas 17 Agustus. Di sana, ia sempat bergabung dengan komunitas bela diri Taekwondo.
Setelah lulus, Wihadi merantau ke Jakarta dan memulai kariernya sebagai sales di Bristol Myers Squibb. Namun, jiwa wirausahanya mendorongnya untuk keluar dari zona nyaman dan mendirikan perusahaan di bidang perfilman yang ia geluti hingga tahun 2013.
Pada Pemilu 2014, ia memutuskan untuk kembali ke kampung halaman dengan semangat membangun Bojonegoro. Ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Dengan tekad yang kuat, ia terpilih dan menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2014-2019. Pada Pemilu 2019, Wihadi kembali terpilih untuk periode 2019-2024, mengemban amanah tidak hanya untuk konstituennya di Bojonegoro-Tuban, tetapi juga untuk menyuarakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia. [Gid/gim/fer]

![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)