Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sumenep (MaduraExpose.com)- Proses pengisian jabatan tinggi pratama di lingkuangan Pemkab Sumenep yang rencananya akan diumumkan bulan depan terus menuai protes dari kalangan aktivis, salah satunya dari Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS).

Mohammad Sutrisno, Koordinator FKMS makin curiga adanya indikasi ketidak beresan Panitia Seleksi (Pansel) menyusul beredarnya sejumlah nama-nama sembilan pejabat yang akan mengisi organisaai Perangkat Daerah (OPD). Belum lagi adanya pengurus parpol yang terlibat dalam keangootaan Pansel.

Terbaru,FKMS mempertanyakan sikap Sekda Edy Rasiyadi yang enggan berterus terang terkait tiga nama pejabat yang telah
mengikuti uji Kompetensi Metode Assessmen Center seleksi pengisian jabatan tinggi pratama

“Intinya ini kan katanya pak sekda, mau dilakukan secara transparan, artinya semua akan di publish. Tapi kemarin saya minta nama 3 besar yang diajukan ke bupati, yang lolos dari pansel itu kan sudah diajukan ke Bupati. Saya minta ke Sekda, kata Pak Sekda disuruh minta ke Pak Majid di KPSDM, saya minta ke Pak majid malah disuruh minta ke Sekda selaku ketua Pansel.

Berarti saya ini dilempar kak, karena sampai saat ini saya belum mendapatkan daftar 3 nama itu,” demikian Moh. Sutrisno Koordinator FKMS dalam keterangannya yang di terima Redaksi belum lama ini.

Moh. Sutrisno, Koordinator FKMS

Sementara Edy Rasiadi, dikonfirmasi secara khusus terkait tiga nama yang diminta FKMS itu memilih bungkam seribu bahasa.

Namun sebelumnya Sekda Edy dalam audiensi dengan aktivis FKMS di Kantor Bupati Sumenep pada Senin (15/07/2019 menyatakan tim pansel siap transparan.

“Kami memastikan semua proses dilakukan transparan agar tidak ada permainan dalam seleksi terbuka sembilan kepala OPD,” ungkapnya.

Sebelumnya, Mohammad Sutrisno, Korlap aksi FKMS menyuarakan dugaaan pengisian pimpinan 9 Organisasi perangkat Daerah (OPD) atau lebih akrab disebut Calon Kepala Dinas menemukan adanya indikasi “main mata” oknum Panitia Seleksi (PANSEL).

Adapun sembilan nama yang sempat beredar itu, yakni Kepala Dinas PU Pengairan dijabat Chainur Rasyid (Kabag Umum Setkab Sumenep) dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perkebunan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dijabat Iwan (Sekretrais DLH).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dijabat Agus Dwi Saputra (Kabag Pembangunan Setkab Sumenep), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) dijabat Ach. Zulkarnaen (Sekretaris Dinas Sosial) dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dijabat Agus Mulyono(Sekretaris Dinkes).

Sementara untuk Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dijabat Purwo Edi Prawito (Camat Batuputih), Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DPTPHP) dijabat Arif Firmanto (Kabid Sarana Prasana dan Penyuluhan Dispertahotbun), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dijabat Rudi Y (Kabid Perbendaharaan BPKAD) , dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dijabat Nasah Bandi (Camat Manding).  (dbs/fer)