Komisi VII Tuding PKI dibelakang Pembakaran Mushalla Tolikara

0
1341
Hari Raya Idul Fitri dinodai dengan aksi pembakaran mushola yang terjadi di Kabupaten Tolikara, Papua pada Jumat 17 Juli 2015 (Sumber foto: Istimewa)

Maduraexpose.com- Aksi Pembakaran mushola Tolikara yang dilakukan oleh sekelompok massa dicurigai ada agenda Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk kembali menancapkan kembali ideologi di bumi Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Deding Ishak. Ia mengatakan bahwa bahwa tidak mungkin orang beragama melakukan pembakaran saat umat beragama lainnya sedang melakukan ibadah sholat Idul Fitri 1436 H, pada Jum’at (17/7/2015).

“Saya tidak yakin dilakukan oleh umat beragama, seluruh agama itu mengajarkan kasih sayang tetapi pembakaran mushola di Tolikara pasti dilakukan oleh PKI,” ujar Deding saat dihubungi TeropongSenayan, Minggu (19/7/2015).

Kecurigaan Deding dilihat keinginan Presiden Joko Widodo yang ingin meminta maaf kepada PKI terkait peristiwa pada masa lalu. Sehingga, orang-orang yang masih mempunyai ideologi komunis memanfaatkan hal tersebut untuk memecah belah rakyat Indonesia.

“Coba lihat benang merahnya. Untuk itu presiden harus hati-hati dalam mengeluarkan statemen terutama mengenai permintaan kepada PKI,” tegasnya.

Politisi Partai Golkar tersebut juga mendesak agar pemerintah segera menyelidiki secara tuntas dalang pelaku pembakaran tersebut agar daerah lain tidak terpengaruh.

“Harus segera diusut tuntas oleh aparat hukum agar tidak timbul kecurigaan,” ungkapnya.

Seperti diketahui sebuah mushola di Kabupaten Tolikara dibakar umat Nasrani menjelang shalat Ied, sekitar pukul 07 00 WIT, Jumat (17/7/2015). Kejadian bermula saat umat Islam Karubaga Kabupaten Tolikara hendak menjalankan shalat Idul Fitri.

Namun tiba-tiba, sekelompok massa dari luar berteriak-teriak. Umat muslim yang hendak shalat sontak kaget dan langsung melarikan diri ke Koramil dan Pos 756/WMS untuk meminta perlindungan. Sepeninggalan umat muslim itu, Mushola tersebut dibakar. Inti persoalan adalah jemaat nasrani merasa terganggu dengan speaker masjid umat Muslim yang akan melakukan shalat ied. Umat Nasrani mengklaim suara speaker yang dipasang di tengah lapangan menggangu ketenangan umum.

Kepolisian Papua melaporkan, selain masjid, enam rumah dan 11 kios dilaporkan ikut terbakar. Kepolisian setempat sudah mengamankan kondisi dan terus menyelidiki latar belakang persoalan. Selain itu, kepolisian juga menghimbau masyarakat Tolikara dan sekitaranya untuk menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu yang beredar.

(iy/ts)