PERUNDINGAN GAGAL! Trump Delusi, Abaikan Iran Kini Jadi Kekuatan Global Pilar Keempat

Terbit: 13 April 2026 | 01:30 WIB

ISLAMABAD, MADURAEXPOSE.COM – Dunia kini berada di ambang konfrontasi besar setelah perundingan maraton selama 21 jam di Islamabad antara Amerika Serikat dan Iran berakhir buntu tanpa kesepakatan. Kegagalan ini memicu kekhawatiran global akan pecahnya perang terbuka di Selat Hormuz yang dapat menyeret kekuatan-kekuatan besar lainnya.

Banyak pengamat menilai Presiden Donald Trump tengah mengalami “delusi hebat” dengan tetap menggunakan mentalitas polisi dunia lama untuk mendikte Teheran. Padahal, realitas geopolitik saat ini telah menempatkan Iran sebagai kekuatan global baru yang tidak bisa lagi digertak.

Baca Juga: Fitur Simulasi Interaktif Google Gemini Meluncur, Pembaca Madura Expose Makin Canggih!

Benturan Harga Diri dan Sabotase Israel

Ketua delegasi AS, Wapres JD Vance, meninggalkan Islamabad dengan nada keras setelah Iran menolak memberikan jaminan verifikasi atas penghentian program nuklir mereka. Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding Washington tidak berniat jujur dan hanya mencari alasan teknis untuk melanggar janji pencairan aset.

Kegagalan ini juga diduga kuat akibat sabotase eskalasi militer Israel di Beirut yang terjadi tepat saat perundingan berlangsung. Iran membaca langkah ini sebagai bukti ketidakmampuan—atau ketidakinginan—AS mengendalikan sekutunya.

Baca Juga: Haji Her Jawab Tudingan Mangkir: “Orang Madura Itu Apa Adanya!”

Selat Hormuz: Senjata Disrupsi Massal

Profesor Robert Pape dari University of Chicago memperingatkan bahwa Iran telah menjadi “pilar keempat” dalam tatanan dunia multipolar bersama AS, Cina, dan Rusia. Kontrol penuh atas Selat Hormuz kini menjadi Geopolitical Weapon of Mass Disruption.

Dampaknya sudah terasa nyata bagi Indonesia; dua kapal tanker kita masih tertahan di Selat Hormuz, sementara kapal Malaysia justru diberi “karpet merah” oleh Teheran. Ini adalah bentuk diplomasi energi baru yang gagal dipahami oleh Washington.

Kini, nasib stabilitas dunia bergantung pada satu kalkulasi kecil di Selat Hormuz. Satu tembakan nyasar bisa menjadi pemantik Perang Dunia Ketiga yang tak bisa lagi dipadamkan oleh air mata diplomasi. [hsp/dbs/red]



administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

BLUNDER FATAL TRUMP! BLOKADE HORMUZ HARGA MINYAK MELEDAK, PEMAKZULAN DI DEPAN MATA?

Terbit: 13 April 2026 | 22:45 WIB ISLAMABAD – Kegagalan perundingan damai di Islamabad antara Amerika Serikat dan Iran telah memicu “kiamat” energi global. Keputusan Presiden Donald Trump untuk mengirim…

Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Blokade Total Selat Hormuz

Terbit: 12 April 2026 | 22:24 WIB AMERIKA SERIKAT, MADURAEXPOSE.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan mengejutkan yang memicu ketegangan tinggi di Timur Tengah. Lewat unggahan di platform…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *