Kiai Ali Salim, Ulama Madura yang berani Polisikan Megawati ke Polda Jatim?

Terbit: 12 November 2017 | 19:42 WIB

MADURAEXPOSE.COM– Ulama asal Pamekasan, Madura, KH Moh Ali Salim Syaifuddin melaporkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur, Rabu (8/11/2017).

Laporan tersebut berkenaan degan pidato Mantan Presiden RI yang disampaikan saat HUT ke-44 PDI Perjuangan. Megawati diduga melanggar Pasal 156 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Siapakah KH Moh Ali Salim Syaifuddin? Sosok kelahiran 1 Juli 1978 itu merupakan putra dari KH Salim Syaifuddin, salah satu ulama berpengaruh di Madura, khususnya di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Islah, Dusun Bringin, Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan.

Semasa remaja ia sempat nyantri di Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar yang diasuh KH Mohammad Rofi’ie Baidhowi, berlanjut ke Pondok Pesantren Sidogiri serta mengenyam pendidikan di Pesantren Lasem, Jawa Tengah. Hingga akhirnya kembali pulang mengasuh Pesantren Al-Islah.

Selain mengasuh Pondok Pesantren Bringin (sebutan pesantren Al-Islah), ia juga aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) dan komunitas lainnya. Bahkan tidak jarang ia berdakwah dari podium ke podium lain dalam mimbar dakwah, baik masjid hingga kegiatan pengajian masyarakat.

Salah satu akun facebook Aswaja Madura menginformasikan bahwa KH Moh Ali Salim merupakan aktivis FPI (Front Pembela Islam).

“Jangan heran jika beliau tertarik pada FPI (Front Pembela Islam) dan memilih FPI sebagai kendaraan dalam perjuangannya, bahkan menjadi ketuanya. Karena menurut pandangan beliau, pada saat ini hanya FPI yang jelas dan terang arah, tujuan serta keberpihakannya (amar makruf nahi munkar),” tulis akun facebook Aswaja Madura.

Selama ini KH Moh Ali Salim memang belum dan tidak pernah berkecimpung dalam dunia politik dan tidak tercatat sebagai anggota atau kader partai politik (parpol) manapun.

HotExpose:  BREAKING NEWS: Polda Jatim Konfirmasi 27,8 Kg Kokain 'Bugatti' di Sumenep Positif Narkotika Kelas Dunia

“Walau demikian, ia tetap mendukung dan memilih partai berasaskan Islam dan betul-betul membela kepentingan umat Islam. Serta tidak pernah mengkhianati perjuangan ulama dan umat akar bawah,” sambung tulisan Aswaja Madura.

KH Moh Ali Salim yang didampingi Kuasa Hukum Andry Ernawan mengatasnamakan Ulama Madura melaporkan Megawati Soekarno Putri ke Polda Jatim di Jl A Yani Surabaya, dengan tanda bukti laporan bernomor TBL/1447/XI/2017/UM/JATIM.

Dalam laporan tersebut juga dibuktikan beberapa alat bukti berupa VCD berisi rekaman video pidato Megawati Soekarno Putri dalam rangka HUT ke-44 PDI Perjuangan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

(kl/htl/erM)

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *