Keluarga Korban Pemerkosaan Bergilir di Bangkalan Dapat Bantuan Bedah Rumah

0
139
Ilustrasi/net

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM – Keluarga korban pemerkosaan
bergilir di Desa Bandang Laok, Kecamatan Kokop, Kabupaten
Bangkalan, Madura, Jawa Timur mendapatkan bantuan pemugaran
alias bedah rumah.

Bantuan tersebut sebagai janji Bupati Abdul Latif Amin Imron atas
kasus yang menimpa janda muda inisial S (20) yang disetubuhi
secara bergilir tersebut hingga bunuh diri karena stres.

Korban diperkosa oleh tujuh pemuda secara bergilir di tengah
semak-semak yang berjarak sekitar 600 meter dari rumah korban.
Pelaku bejat saat ini sudah dibui dan sedang menjalani proses
hukum.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangkalan, Taufan Zairinsyah
menyampaikan, pemugaran rumah keluarga korban yang sudah tak
layak ditempati itu akan dilaksanakan dalam tahun 2020 ini.
Anggarannya, diperkirakan sekitar Rp 50 juta.
“Pemugaran rumah sebesar Rp 50 juta itu sebagai bentuk empati
bapak bupati,” kata Taufan, sapaan akrabnya, Sabtu, 15 Agustus
2020.

Namun dalam prosesnya, bantuan bedah rumah itu menunggu
Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
“Sekarang nunggu PAK, jika selesai maka lanjut pemugaran,”
katanya.

Ditanya apakah ada bantuan pendidikan kepada putri korban
pemerkosaan, pihaknya menyampaikan Bupati Bangkalan sudah
meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) untuk memberikan
fasilitas kepada anak yang masih berumur 2 tahun itu.
“Bupati juga sudah minta ke Disdik untuk memfasilitasi, itu dari
Disdik yang menangani,” katanya.

Sementara Ketua Persatuan Mahasiswa Kecamatan Kokop (PMK)
Kabupaten Bangkalan, Syamsul Hadi menyampaikan, pemugaran
rumah tersebut merupakan janji Bupati Bangkalan saat melayat ke
rumah korban.

Oleh sebab itu, kata Syamsul, sapaan akrabnya, dirinya melakukan
pendekatan ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
(DPRKP) agar janji Bupati Bangkalan cepat ditindaklanjuti.
“Saat mendatangi rumah korban bupati memang sempat berjanji
akan memberi bantuan,” katanya, Sabtu 15 Agustus 2020.

Pria yang getol mengawal kasus pemerkosaan di daerahnya
bersama mahasiswa Kokop yang lain berharap, agar pemugaran
rumah itu segera terealisasi. Sehingga, keluarga korban bisa
menempati rumah yang lebih layak lagi.
“Semoga cepat terlaksana dan bermanfaat kepada keluarga korban,”
tutupnya. (KoMa)[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]