Sumenep (Maduraexpose.com)– Untuk kesekian kalinya Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep didatangi massa pendemo terkait dugaan kasus korupsi. Kali ini aksi pengunjuk rasa menamakan dirinya “Dear Jatim Korda Sumenep”.
Pengunjuk rasa melakukan aksinya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep terkait dugaan tindak pidana korupsi seperti realisasi belanja daerah, realisasi dana BOS, dan 15 paket pekerjaan pembangunan fisik sekolah yang semuanya diduga tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Ali Rofiq Korlap Aksi Dear Jatim Sumenep mengatakan Pemerintah Kabupaten Sumenep pada tahun 2022 telah mengalokasikan anggaran dan realisasi belanja daerah ke Dinas Pendidikan kabupaten Sumenep sebesar Rp.867.274.407.112,00 dan terealisasi hanya sebesar Rp.680.864.999.736,47
Anggaran itu, lanjut Rofiq semestinya diperuntukkan untuk realisasi belanja hibah, realisasi belanja Bantuan Sosial perindividu, belanja pegawai BOS, anggaran modal BOS, pajak BOS, pembangunan gedung sekolah/ DAK dan lain-lain dengan tujuan agar membaiknya sistem tata kelola pendidikan.
“Namun sangat jauh sekali dari harapan masyarakat,” demikian Ali Rofiq Korlap Aksi dikutip dari medialiterasi.id dengan laporannya Dear Jatim Geruduk Kantor Dinas Pendidikan Sumenep terkait Dugaan Tipikor Belanja Daerah diunggah Kamis 21 Desember 2023.
Dalam laporan media tersebut, sempat terjadi ketegangan memuncak saat Kepala Dinas Pendidikan enggan menemui massa pengunjuk rasa dan hanya diwakili oleh bawahannya.
Mahasiswa sempat ditemui oleh salah satu perwakilan Dinas pendidikan namun hal itu memicu amarah mahasiswa pengunjuk rasa yang tetap ngotot bertemu langsung dengan Agus Dwi Saputra (ADP) Kepala dinas pendidikan setempat.
Melampiaskan kekecewaannya Mahasiswa pengunjuk rasa melakukan aksi bakar ban dan meminta Kepala Dinas Pendidikan segera keluar menemui massa. Sejurus kemudian, pengunjuk rasa melakukan Sweeping ke setiap ruangan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.
Pantauan wartawan dilokasi, ada sekitar 5 mahasiswa berusaha masuk keruangan Kantor Dinas Pendidikan namun diadang sejumlah aparat Kepolisan yang berjaga didepan pintu kantor.
Situasipun makin memanas, akhirnya Kepala Dinas pendidikan Agus Dwi Saputra menampakkan batang hidungnya menmui Mahasiswa pengunjuk rasa.
Agus Dwi Saputra (ADP) Kepala Dinas Pendidikan Sumenep terlihat irit bicara alias tidak banyak memberikan penjelasan terkait tuntutan Mahasiswa pengunjuk rasa. [mel/fer]





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)