Kacau, Penyusunan Program 99 Hari Kerja Bupati Tak Melibatkan Wabup

Terbit: 23 Mei 2016 | 13:15 WIB

SUMENEP, MADURA EXPOSE– Program 99 hari kerja Bupati Sumenep A.Busyro Karim diduga tidak memiliki konsep yang jelas tanpa melibatkan pihak Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang ikut menentukan dalam proses pemenangan Pilkada 2015 bersama partai pengusungnya, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Tidak dilibatkannya pihak Wabup dalam pembuatan program 99 hari kerja Bupati dan Wabup Sumenep priode 2016-2021 itu terlihat dari pengakuan Achmaf Fauzi yang sejak awal lebih sreg bekerja maksimal ketimbang mengumbar janji politik yang membosankan masyarakat yang saat ini mulai cerdas dalam menyikapi kebijakan politik.

“Terlepas dari program 99 hari kerja itu, Pak Wabup sebenarnya lebih suka bekerja nyata tanpa iming-iming. Beliau sampaikan itu karena persoalan di Sumenep sejak priode sebelumnya sangat banyak tanpa penyelesaian berarti,” terang Syamsuni, Komisaris RuaS Pemuda Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin 23 Mei 2016.

Sebelumnya, Buysro Karim kepada awak media mengklaim program 99 hari kerja sudah berjalan lancar seperti seperti mencetak wirausaha muda, program pelayanan satu atap di RSUD Moh Anwar Sumenep dan absensi beserta pelayanan online sudah diterapkan.

Meski demikian, mantan Ketua DPRD Sumenep dua priode ini malah tidak menampik, jika program 99 hari kerja itu terkendala soal relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Adipura (Taman Bunga) yang ditunda hingga usai Ramadhan tahun ini. Busyro juga berdalih, program 99 harinya itu mengalami penundaan dengan dalih harus mengikuti diklat Bupati Baru di Departemen Dalam Negeri. [Iim/Fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *