Indra Wahyudi, Pegawai BPPT Sumenep, mantan Kabid Pembangunan Dinas PU Binas Marga Kabupaten Sumenep/Madura Expose
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE–Kasus proyek jalan hotmix yang menghubungkan dua kecamatan Guluk-Guluk dan Kecamatan Pasongsongan terus berlanjut, setelah pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep menyeret sejumlah pejabat dan pihak kontraktor.

Terbaru, penyidik Kejari Sumenep menahan mantan Kabid PU Bina Marga, Indra Wahyudi, tinggal di Jalan Gemini, Desa Pabian, Kecamatan Kota. Indra tercatat sebagai PNS dikantor BPPT Sumenep.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan penahanan terhadap Indra Wahyudi, warga jalan Gemini Desa Papian, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa 24 Mei 2016. Sebelum ditahan, Indra menjalani pemeriksaan diruang penyidik selama 4 jam dengan dengan dicerca sebanyak 25 pertanyaan.

Penyidik kemudian melakukan penahanan terhadap saksi karena yang bersangkuta diduga terlibat dugaan korupsi jalan Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan menuju Desa Bragung, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Indra diperiksa kapasitasnya sebagai Kepala Bidag (Kabid) Pembangunan Jalan dan Jembatan yang sekaligus menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPKo) di lingkungan Dinas Pu Binas Marga Kabupaten Sumenep.

“Tersangka diperiksa sebagai Pejabat Pembuat Komitmen saat dia menjabat Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan PU Bina Marga pada tahun 2013,” ujar Bambang Sutrisna, Kepala Kejari Sumenep saat dikonfirmasi awak media.

Untuk diketahui, pihak Kejari Sumenep juga menahan Siti Aminah (33), warga Kelurahan Bangselok, Direktur CV Affiliasi yang bertindak sebagai pelaksana proyek. Penyidik juga menahan Iwan H (46), tinggal di Perumahan Kenari, Kecamatan Kota, konsultan pengawas proyek dari CV Sentrum Konsulindo Surabaya. [dul/fer]