
MADURA EXPOSE–Kasus proyek jalan hotmix yang menghubungkan dua kecamatan Guluk-Guluk dan Kecamatan Pasongsongan terus berlanjut, setelah pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep menyeret sejumlah pejabat dan pihak kontraktor.
Terbaru, penyidik Kejari Sumenep menahan mantan Kabid PU Bina Marga, Indra Wahyudi, tinggal di Jalan Gemini, Desa Pabian, Kecamatan Kota. Indra tercatat sebagai PNS dikantor BPPT Sumenep.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan penahanan terhadap Indra Wahyudi, warga jalan Gemini Desa Papian, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa 24 Mei 2016. Sebelum ditahan, Indra menjalani pemeriksaan diruang penyidik selama 4 jam dengan dengan dicerca sebanyak 25 pertanyaan.
Penyidik kemudian melakukan penahanan terhadap saksi karena yang bersangkuta diduga terlibat dugaan korupsi jalan Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan menuju Desa Bragung, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Indra diperiksa kapasitasnya sebagai Kepala Bidag (Kabid) Pembangunan Jalan dan Jembatan yang sekaligus menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPKo) di lingkungan Dinas Pu Binas Marga Kabupaten Sumenep.
“Tersangka diperiksa sebagai Pejabat Pembuat Komitmen saat dia menjabat Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan PU Bina Marga pada tahun 2013,” ujar Bambang Sutrisna, Kepala Kejari Sumenep saat dikonfirmasi awak media.
Untuk diketahui, pihak Kejari Sumenep juga menahan Siti Aminah (33), warga Kelurahan Bangselok, Direktur CV Affiliasi yang bertindak sebagai pelaksana proyek. Penyidik juga menahan Iwan H (46), tinggal di Perumahan Kenari, Kecamatan Kota, konsultan pengawas proyek dari CV Sentrum Konsulindo Surabaya. [dul/fer]

![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)



![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)