Jelang Konfercab NU Sumenep: 5 Nama Besar Mencuat, Warga NU Tuntut ‘Roadmap’ Ekonomi Umat dari Calon Ketua!

Terbit: 2 November 2025 | 23:14 WIB

SUMENEP, NEWS – Dinamika menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumenep periode 2025–2029 memanas. Konfercab yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Annuqayah pada 7 Desember 2025 ini diwarnai kemunculan lima figur kuat dari berbagai latar belakang, menantang petahana.

 

Warga Nahdliyin kini tidak hanya menuntut integritas, tetapi juga mendesak para kandidat untuk menyajikan gagasan visioner yang terdokumentasi—sebuah roadmap konkret untuk mengangkat ekonomi umat di tingkat akar rumput.


 

👥 Bursa Calon Ketua PCNU Sumenep: Dari Mantan Bupati Hingga Akademisi

 

Dinamika internal NU Sumenep bergerak cepat sejak pertengahan tahun 2025. Sejumlah tokoh berpengaruh yang memiliki rekam jejak kuat di politik, keagamaan, dan pendidikan mulai diperbincangkan publik.

No.Figur Calon KuatLatar Belakang Kunci
1.KH. A. Pandji TaufiqPetahana Ketua PCNU, dikenal teguh menjaga Khittah NU dari politik praktis.
2.Dr. Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si.Mantan Bupati Sumenep, powerhouse politik dan pengasuh Ponpes Al-Karimiyah. Peraih suara terbanyak pada 2020 yang gugur karena aturan rangkap jabatan.
3.Abd. Mu’iz AliwafaMantan Wakil Bupati Sumenep, figur dengan pengalaman di birokrasi dan jaringan sosial yang luas.
4.Abd. WasidKepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, mewakili power birokrasi dan sektor pendidikan keagamaan.
5.Dr. Taufik SakurAkademisi dan Dosen IAIN Madura, membawa perspektif profesional dan pengembangan keilmuan.

Kemunculan figur-figur berpengaruh ini mencerminkan tingginya harapan publik agar NU Sumenep tidak hanya menjadi entitas keagamaan, tetapi juga kekuatan sosial-ekonomi yang dinamis.


 

💵 Desakan Kritis: Tunjukkan Buku Roadmap Ekonomi Umat!

 

Di tengah persaingan nama besar, desakan paling keras datang dari pengurus NU di akar rumput. Mereka menuntut agar pemimpin baru fokus pada tantangan krusial: sektor ekonomi umat.

“Sektor ekonomi harus menjadi perhatian utama ke depan. Perlu ada strategi konkret untuk menggerakkan roda ekonomi warga NU, terutama di level bawah,” ungkap seorang pengurus NU Sumenep yang enggan disebutkan namanya.

Harapan ini tidak hanya berhenti pada janji lisan. Warga NU mendesak adanya keterbukaan dan keterukuran visi dari para kandidat:

  • Peta Jalan (Roadmap): Para kandidat didorong untuk menelurkan karya atau buku yang menjabarkan visi dan misi strategis mereka untuk periode 2025–2029.
  • Fokus Program: Visi tersebut harus memuat solusi terukur untuk penguatan ekonomi warga NU, kemandirian pesantren, dan pemberdayaan UMKM di tingkat Ranting.

 

Kemajuan PCNU: Bukti Kemandirian Dana Konfercab

 

Menanggapi tuntutan kemandirian, PCNU Sumenep saat ini telah menunjukkan inisiatif progresif. Untuk membiayai Konfercab 2025, NU Sumenep meluncurkan “Gerakan Koin Konfercab 2025” pada Agustus 2025. Gerakan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif dan mengurangi ketergantungan pada pendanaan pihak luar, meneguhkan semangat gotong royong dari jamaah dan jama’iyah hingga ke tingkat desa.

Geliat ini membuktikan bahwa NU Sumenep adalah kekuatan sosial yang hidup, dinamis, dan menuntut pemimpin yang visioner. Kontestasi Desember mendatang bukan hanya perebutan kursi ketua, melainkan penentuan arah visi besar kemandirian NU di ujung timur Pulau Madura.

 

[dbs/gim/kab/tim]

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *