
Sumenep, MaduraExpose.com — Di tengah hiruk-pikuk Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumenep pada Jumat (15/8/2025), sebuah kenyataan pahit tersaji dalam laporan Badan Anggaran (Banggar): APBD 2026 diproyeksikan anjlok Rp570 miliar.
Dari target ambisius Rp2,6 triliun, kini angkanya merosot tajam menjadi sekitar Rp2,02 triliun. Penurunan ini bukan sekadar fenomena teknokratis, melainkan sebuah episentrum krisis struktural yang menguji kedaulatan fiskal daerah. Ini adalah peringatan, sebuah lampu kuning anggaran yang menyala di cakrawala pembangunan.
Membaca Arah Mata Angin Politik Anggaran
Anggota Banggar DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, yang merupakan wajah baru di parlemen, dengan tajam menyoroti tren ini. “Ini lampu kuning anggaran,” katanya, “kita tidak bisa lagi terlalu mengandalkan dana transfer pemerintah pusat, ada konsekuensi efisiensi anggaran yang harus kita hadapi.”
Pernyataan politisi PKB ini mencerminkan sebuah kesadaran politis bahwa otonomi tidak bisa dimaknai sebagai belas kasihan anggaran, melainkan sebagai sebuah amanah untuk membangun kemandirian. Dalam narasi politik anggaran, setiap rupiah adalah suara yang diinvestasikan pada program-program, dan kini, setiap suara itu harus diperhitungkan dengan cermat.
Panggilan untuk “Dream Team” dan Reformasi
Meski dihadapkan pada tantangan besar, ada secercah harapan dari pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang naik dari Rp318 miliar menjadi Rp333 miliar. Namun, ini belum cukup untuk menggeser ketergantungan kronis pada dana transfer pusat.
Di sinilah ide politik Akhmadi Yasid menemukan ruangnya: dibutuhkan “dream team” yang bukan hanya cerdas mengelola, tetapi juga gigih dalam menggali potensi. Sebuah tim yang mampu menerjemahkan visi politik menjadi kebijakan anggaran yang konkret, reformasi administrasi yang berani, dan inovasi yang pro-investasi.
Menurut Yasid, Kepemimpinan Bupati akan diuji dalam seni mengorkestrasi respons ini. Mengambil keputusan yang tidak populer, seperti pemangkasan belanja operasional dan realokasi anggaran, adalah bagian dari keniscayaan. “Kegagalan untuk bertindak bukan hanya akan memperlambat pembangunan, tetapi juga dapat memicu erosi kepercayaan publik”, tandasnya.
Tantangan APBD 2026 adalah momentum bagi Sumenep untuk menegaskan kembali arti sebenarnya dari desentralisasi. Ini adalah saat untuk mengubah krisis menjadi kesempatan, membangun fondasi ekonomi yang kokoh dan tidak lagi bergantung pada belas kasihan langit.
Parlemen dan eksekutif kini berada di panggung yang sama, di mana setiap langkah mereka akan menentukan arah masa depan. Pembahasan KUA PPAS 2026 yang telah dirampungkan menjadi babak awal dari drama anggaran yang akan berlanjut hingga RAPBD 2026 selesai dibahas. [*]

![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)



![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)