MADURA EXPOSE– kasus Jam Mati milik Pemerintah Daerah tidak hanya terjadi di Sumenep. Kasus serupa ditemukan di Kabupaten Pamekasan. Hal itu disampaikan oleh Elman Dhuro, Salah satu aktivis pamekasan kepada Maduraexpose.com, Jum’at (13/05).

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Tidak hanya di Sumenep saja mas yang. di Pamekasan juga terjadi di asem manis. Ini Hiasan apa jam Beneran ya?? Kok waktunya menunjukkan pukul 09.30. Kan ini sudah sore.” Ungkap Elman.

Elman menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan mengabaikan Pers Kan tersebut. “Itu termasuk dari keindahan kota, perlu dirawat dan perlu dijaga.”

Selain itu, Elman mengatakan, perawatan terhadap pemandangan kota sudah masuk dalam Rancangan Anggaran Tahunan. “Dan itu sudah dianggarkan dan diambilkan dari uang negara, maka tentunya harus dijaga dan dirawat, jadi anggaran dan program itu harus ada manfaatnya, tidak hanya bisa menganggarkan dan dibiarkan begitu saja.”

“Jika dianggarkan dan dibangun, setelah begitu dibiarkan, maka lebih baik tidak usah dibangun. Ini untuk mengindahkan kota, tapi jika tidak terurus begini justru malah semakin merusak tatanan Kota. Marka Jalan saja tiap Tahun diperbaharui, masak Batrei Jam saja tidak bisa?.” Sindir Elman.

Dari Pantauan Maduraexpose.com, jam ada 3 buah jam di bundaran asem manis yang ketiganya mati semua. Menurut warga sekitar, Icon Sudut Timur Kabupaten Pamekasan ini memang sudah lama tidak berfungsi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang merasa bertanggung jawab terhadap persoalan ini. Maduraexpose.com mencoba menghubungi Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informasi (DISHUBKOMINFO) melalui Pesan pribadinya, Muhammad Zakir mengaku tidak Tahu. “Maaf mas, saya kurang tahu persis. Tks.” Ujarnya.

Sementara, Nomer Kepala Bappeda Pamekasan tidak aktif saat dihubungi melalui telfon genggamnya. [ADDARORI IBNU WARDI]