Pasuruan – Semangat untuk menjaga sanad keilmuan dan mengenang maqam (kedudukan) ulama besar Madura, Kiai Muhammad Rowi, kembali memuncak. Setelah melalui proses rapat koordinasi dan musyawarah yang mengedepankan ijma’ (konsensus) keluarga besar dan pengurus, jadwal resmi pelaksanaan Haul Agung ke-9 Kiai Muhammad Rowi telah ditetapkan.
Acara akbar tahunan yang menjadi syiar (penanda) kebesaran tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah ini akan dipusatkan di Pondok Pesantren Puncak Darussalam (Islamic Boarding School), sebuah institusi yang menjadi mercusuar pendidikan Islam di Kabupaten Pamekasan.
Musyawarah KAPROWI: Hasil Rapat Syura yang Khidmat
Penetapan tanggal Haul Akbar ini merupakan hasil final dari Rapat Bersama Tuan Rumah Haul Agung ke-9 dan Kompolan Pengurus Kiai Muhammad Rowi (KAPROWI). Rapat penting yang mencerminkan tradisi syura (musyawarah) dalam NU ini diselenggarakan secara khidmat pada:
Tanggal: Ahad, 16 November 2025 M. / 25 Jumadal Ula 1447 H.
Tempat: Ponpes Puncak Darussalam, Pamekasan (Kediaman KH. Abd. Hannan Tibyan).
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan perwakilan dari berbagai Bhuju’ (cabang keturunan), termasuk dari Bhuju’ Langgar Assem, yang dikenal memiliki khidmat dan loyalitas tinggi dalam menyebarkan kiprah Kiai Muhammad Rowi.
Puncak Acara: 1 Februari 2026, Momentum Ibrah dan Tafakur
Berdasarkan kesepakatan yang diambil dalam musyawarah al-jama’ah tersebut, Haul Agung ke-9 Kiai Muhammad Rowi secara resmi akan diselenggarakan pada:
| Detail Acara | Keterangan |
| Hari/Tanggal | Minggu, 1 Februari 2026 |
| Waktu | Pukul 13.00 WIB – Selesai |
| Lokasi Utama | Pondok Pesantren Puncak Darussalam |
Penetapan jadwal yang terorganisir ini menunjukkan komitmen para dzuriyah (keturunan) dan muhibbin (pecinta) untuk menyelenggarakan haul dengan penuh hikmah dan ketertiban.
Tradisi Haul adalah sunnah hasanah (tradisi baik) yang melampaui sekadar peringatan wafat. Momentum ini menjadi waktu penting untuk mengambil ibrah (pelajaran) dari keteladanan almarhum, melanjutkan perjuangan dakwah, dan melakukan tafakur (kontemplasi) terhadap kehidupan para pewaris Nabi.
Diharapkan, kehadiran para ulama sepuh, santri, alumni, dan masyarakat umum dalam Haul Akbar ini dapat memperkuat tali silaturahmi ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan semangat dalam menuntut ilmu agama dan beramal saleh, sebagai wujud penghormatan tertinggi kepada salafus shalih (pendahulu yang saleh).


















