SUMENEP, Madura Expose – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, tak lagi main-main. Di tengah maraknya peredaran rokok ilegal yang meresahkan, ia secara lantang menyatakan perang terbuka terhadap mafia rokok ilegal.
Sikap tegas ini bukan tanpa alasan. Pergerakan para mafia yang merugikan negara dan merusak tatanan ekonomi lokal telah mencapai titik yang tak bisa ditoleransi.
Bupati Fauzi memahami betul bahwa perlawanan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu, ia mengambil langkah strategis dengan menggandeng berbagai pihak untuk bersinergi.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, media, dan pihak-pihak terkait untuk bersatu dan bersinergi dalam memerangi rokok ilegal,” ajaknya.
Kerugian yang Tak Terukur: Alasan Utama Deklarasi Perang
Keputusan Bupati Fauzi untuk menyatakan perang terhadap rokok ilegal didasari oleh tiga alasan utama yang memiliki dampak besar bagi masyarakat dan negara:
1. Kerugian Negara dari Sektor Cukai
Peredaran rokok ilegal adalah pukulan telak bagi pendapatan negara. Setiap bungkus rokok ilegal yang beredar berarti pajak dan cukai yang seharusnya masuk ke kas negara, menguap begitu saja.
Dana ini sangat penting untuk pembangunan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Tanpa adanya pajak yang dibayarkan, negara kehilangan sumber dana vital yang dapat digunakan untuk kesejahteraan rakyat.
2. Merusak Persaingan Usaha yang Sehat
Rokok ilegal dijual dengan harga yang jauh lebih murah karena tidak membayar pajak dan cukai. Hal ini menciptakan persaingan yang tidak sehat bagi produsen rokok legal yang sudah taat hukum.
Usaha-usaha rokok legal, yang telah berinvestasi besar dan mempekerjakan ribuan orang, terancam bangkrut karena tidak mampu bersaing dengan harga rokok ilegal yang sangat rendah. Pada akhirnya, ini juga akan berdampak pada nasib para pekerja yang menggantungkan hidupnya pada industri rokok legal.
3. Potensi Bahaya bagi Konsumen
Rokok ilegal tidak melalui standar pengawasan yang ketat. Kualitas bahan baku, proses produksi, dan kandungan zat berbahaya di dalamnya tidak bisa dijamin.
Konsumen yang mengonsumsi rokok ilegal secara tidak sadar mempertaruhkan kesehatan mereka karena produk ini tidak sesuai dengan standar keamanan dan kesehatan yang berlaku. Pemerintah, melalui bupati, merasa bertanggung jawab untuk melindungi warganya dari ancaman ini.


















