Ikatan Alumni Annuqayah, Peringati Hari Santri di Yogyakarta

Terbit: 22 Oktober 2016 | 03:52 WIB

MADURAEXPOSE.com,Yogyakarta –Tanggal 22 Oktober menjadi hal yang paling menonjolkan peran santri dalam perjuangan kemerdekaan. Bentuk perayaan Hari Santri Nasional tampak unik terlihat dari Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Yogyakarta, Kurang lebih lima puluh alumni annuqayah berbaris rapi di pinggiran tugu yogyakarta, jum’at malam(21/10/2016).

Pembacaan sholawat nariyah, do’a & talil bersama merupakan acara inti dari refleksi tersebut.Yang dilanjutkan dengan pembacaan puisi kemerdekaan.

Dalam acara tersebut, Puluhan aparat kepolisian dikerahkan oleh Polresta Yogyakarta, untuk mengawal perjalanan acara.
Saat ditemui Madura Expose, Juga terlihat salah satu intelijen yang sudah stanby memantau dan mengatur lalu lintas di sekitaran tugu.

”Saya sangat responsif dan mempersilahkan menyampaikan aksinya, akan tetapi jangan sampai mengganggu jalannya lalu lintas” Ujar Rudi, Intelkam Polresta Jogja.

Setelah arus lalu lintas di kondisikan oleh aparat kepolisian, para alumni annuqayah tak ennggan memulai aksinya, sambil lalu membawa umbul-umbul dan slogan mengenai Hari Santri Nasional “Do’a Untuk Negeri, Dari Santri Untuk NKRI” dan menyalakan lilin sambil membaca 99 kali Shalawat Nariyah yang dilanjutnya dengan pembacaan tahlil bersama.

Tak lepas sebagai refleksi Hari Santri Nasional yang dirayakan oleh Alumni Annuqayah yang berdomisili di Jogjakarta sebagai bentuk penghormatan kepada mereka (santri,red) yang telah memperjuangkan kemerdekaan.

Sementara itu, Dikomfirmasi terkait hal ini, Zainur Ridha Ketua IAA Jogja mengungkapkan semarak hari santri tahun ini memang sengaja dibentuk sebagai refleksi Islam dan Indonesia. Menurutnya Hari santri dapat memberikan sinyal bahwasanya islam telah merawat nilai-nilai kebangsaan.

Zain menambahkan, jadi semangat teman-teman IAA untuk melakukan Do’a & Tahlil bersama ini adalah untuk mendo’akan guru-guru yang telah mendahului kita, dan berharap dapat mengambil pelajaran dari para ulama’. Ujarnya di tugu jogja.

(Fathor)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *