maduraexpose.com

 

Radar Pemkab

Harjad ke-756: Pemkab Sumenep ‘Jual Mahal’ Identitas Kota Keris dan The Soul of Madura

121
×

Harjad ke-756: Pemkab Sumenep ‘Jual Mahal’ Identitas Kota Keris dan The Soul of Madura

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

Dalam upacara khidmat di Kantor Bupati, Jumat (31/10/2025), Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim dengan tegas menyatakan bahwa kekayaan sejarah dan warisan luhur daerah kini harus dikemas secara profesional untuk menjadi kekuatan ekonomi yang riil.

SUMENEP, MADURA – Pemerintah Kabupaten Sumenep merayakan Hari Jadi (Harjad) ke-756 dengan deklarasi strategis yang jauh dari seremonial biasa. Momentum ini digunakan untuk mengamputasi stigma lama dan menegaskan kekuatan branding budaya sebagai instrumen utama pembangunan ekonomi dan citra daerah di kancah nasional dan internasional.

Dalam upacara khidmat di Kantor Bupati, Jumat (31/10/2025), Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim dengan tegas menyatakan bahwa kekayaan sejarah dan warisan luhur daerah kini harus dikemas secara profesional untuk menjadi kekuatan ekonomi yang riil.


 

🗡️ UNESCO Approved: Sumenep Klaim Diri sebagai “Kota Keris”

 

Sumenep kini tidak main-main dalam “menjual” identitasnya. Wabup Imam Hasyim menekankan bahwa City Branding yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan deklarasi yang didukung fakta global:

  • Identitas Utama: “Sumenep The Soul of Madura” (Jiwa Madura). Ini merepresentasikan potensi unggulan wisata bahari, budaya, dan religi.
  • Identitas Pembeda: “Kota Keris”. Sumenep mendeklarasikan diri sebagai pusat kerajinan keris terbesar di Indonesia, bahkan diakui UNESCO karena memiliki jumlah empu (pembuat keris) terbanyak di dunia.

“Melalui branding ini menjadi kunci untuk memperkuat citra daerah dan menumbuhkan rasa memiliki di kalangan masyarakat,” kata Wabup KH. Imam Hasyim. “Kami ingin branding menjadi elemen penting dalam membangun citra positif dan membedakan Sumenep dari daerah lain.”

Strategi ini jelas: mengubah warisan budaya adi luhung menjadi daya saing global.

 

🐎 Ngopene Songenep: Merawat Budaya di Tengah Arus Modernisasi

 

Peringatan Harjad ke-756 tahun 2025 ini mengusung tema lokal yang sangat kuat: “Ngopene Songenep” yang berarti “Merawat Sumenep”.

Tema ini mencerminkan komitmen Pemkab untuk menjaga dan merawat warisan budaya luhur yang berakar pada nilai gotong royong, kejujuran, dan kearifan lokal, di tengah derasnya arus modernisasi.

Penguatan branding ini diharapkan Wabup dapat mendorong Sumenep menjadi:

  • Kota yang tidak hanya dikenal sejarah panjang dan budayanya.
  • Kota yang berdaya saing tinggi.
  • Kota yang berkarakter kuat.

 

🤝 Sinergi Total: Apresiasi untuk Seluruh Elemen

 

Mengakhiri sambutannya, Wabup KH. Imam Hasyim menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota Forkopimda, birokrasi, TNI, Polri, kampus, pelaku usaha, insan media, hingga organisasi keagamaan (termasuk NU) atas jalinan sinergi yang telah menjaga Sumenep tetap aman, damai, dan terkendali.

Sinergi total ini menjadi modal utama Pemkab untuk melangkah agresif, memperkenalkan produk unggulan lokal, pariwisata, dan budaya Sumenep ke panggung nasional dan internasional melalui strategi branding yang profesional dan terarah.

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----