Gus Sholah , Sosok kiyai bersahaja

Terbit: 2 Februari 2020 | 23:24 WIB

Oleh: Al Faqir ; Zahrul Azhar Hans
MaduraExpose.com– Suatu hari saya hendak mengadakan tasyakuran kecil kecilan dirumah dan diaaat itu baru ngetrend ngetrend nya BBM belum ada WhatsApp, saya mencoba membuat undangan tanpa kertas, maka saya pun “membroadcast” cukup melalu media BBM, dan salah satu yang saya share adalah Gus Solah , pikir saya yang penting doanya dari apa yang saya maksudkan itu sudah alhamdulillah , tapi ternyata diluar dugaan beliau berkenan hadir kerumah bersama bunyai dalam acara tasyakuran kecil kecilan tersebut.

Dalam kesempatan itu beliau bercerita panjang lebar tentang pesantren terutama peantren yang beliau asuh; Tebuireng , beliau menyampaikan tentang rencana regenerasi di Tebuireng tentang siapa dan kapan.

Beliau adalah pribadi yang enak diajak berdiskusi karena tidak memposisikan diri “tinggi” dengan yang lain, setiap kata memiliki makna karena apa yang beliau ucapkan itu adalah yang beliau lakukan. Cara memandang terhadap bangsa jauh dari hal hal yang sifatnya pragmatis, beliau bisa diterima di sayap kanan dan beliau juga bisa bergaul di sayap kiri , cara pandangnya terhadap jamiyah Nahdlatul Ulama tampak “nothing to loose”.

Beliau adalah pribadi yang sudah slesai dengan hidupnya sehingga beliau merasa tidak ada beban untuk berbeda dengan yang lain jika beliau yakini benar.

Berkali kali beliau menyampaikan syukurnya atas “capaian usia” yang melampaui kakaknya.Dan saya yakin beliau kini bersuka cita karena kini sudah bisa bersama sama di alam sana.

Selamat jalan Kiyai, rasanya belum slesai diri ini menimbah ilmu kesahajaan yang panjennengan milik tapi Alloh sudah lebih dahulu memanggil. innalillahi wainnailaihi rojiun . (*)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *