maduraexpose.com

 


SyiarExpose

GP Ansor Lenteng: Menghidupkan Aswaja di Garis Depan melalui Program ‘Satu Desa Satu Rumah’

245
×

GP Ansor Lenteng: Menghidupkan Aswaja di Garis Depan melalui Program ‘Satu Desa Satu Rumah’

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

Keberlanjutan dan sukses Program Satu Desa Satu Rumah tidak terlepas dari sinergi apik antara idealisme kader dan dukungan ekonomi umat. Ansor Lenteng membangun kemitraan strategis dengan Haswal Grup, yang bertindak sebagai mitra utama dalam pelaksanaan program sosial ini.

Sumenep – Ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), yang selama ini menjadi mazhab pemikiran Nahdlatul Ulama (NU), menemukan perwujudan paling nyata dan menyentuh di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Di tengah dinamika sosial yang kerap meminggirkan kaum lemah, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Lenteng hadir bukan sekadar sebagai penjaga tradisi, melainkan sebagai motor khidmah yang mentransformasi doktrin spiritual menjadi pembangunan fisik.

Melalui program unggulan mereka, “Satu Desa Satu Rumah,” Ansor Lenteng membuktikan bahwa Aswaja adalah ideologi yang hidup dan berpihak pada kesejahteraan umat.

 


Pada Rabu (3/12/2025), jajaran Ansor Lenteng kembali turun ke Desa Lenteng Timur untuk meninjau langsung kondisi rumah salah seorang warga. Kegiatan ini merupakan bagian dari siklus rutin dua bulanan yang menjadi komitmen organisasi dalam memberikan kontribusi nyata. Selain survei, bantuan sembako turut disalurkan kepada lansia, janda, dan anak yatim, menguatkan fungsi Ansor sebagai pilar sosial di tengah masyarakat.


🕋 Khidmah An-Nahdliyah: Spiritualitas di Balik Bata dan Semen

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Lenteng, Musyfiqur Rohman, menegaskan bahwa program bedah rumah dan bantuan sosial ini berakar pada etos pengabdian total, atau khidmah. Filosofi ini membedakan gerakan sosial Ansor dari aksi filantropi biasa, sebab motivasi utamanya adalah spiritualitas.

“Segala pengabdian ini kami lakukan demi mengharap berkah dan doa para Muassis serta Masyayikh NU. Tanpa berkah itu, kami bukan apa-apa,” tegas Musyfiqur Rohman.

Pernyataan tersebut menempatkan program ‘Satu Desa Satu Rumah’ sebagai sebuah Ibadah Sosial—sebuah perwujudan ajaran bahwa amal saleh harus berorientasi pada kemaslahatan umat. Ini adalah upaya nyata kader muda NU dalam melanjutkan sanad (rantai) perjuangan para pendiri, yakni menjadikan NU sebagai entitas yang membawa rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam), dimulai dari lingkungan terdekat.


⚖️ Ta’adul dan Tawazun: Aswaja dalam Aksi Keadilan Sosial

Aswaja An-Nahdliyah, dengan prinsip Tawazun (keseimbangan) dan Ta’adul (keadilan), menjadi panduan operasional bagi Ansor Lenteng.

  1. Ta’adul (Keadilan Sosial): Program yang difokuskan pada perbaikan tempat tinggal dhu’afa (kaum lemah) adalah upaya mendasar untuk menyeimbangkan ketidakadilan struktural. Dengan memastikan warga memiliki rumah yang layak, Ansor menjalankan kewajiban sosial Islam untuk melindungi hak-hak dasar kemanusiaan.

  2. Tawazun (Keseimbangan Aksi): Ansor menunjukkan keseimbangan antara komitmen kebangsaan (menjaga NKRI) dan komitmen sosial (menjaga kesejahteraan umat). Program ini merupakan contoh konkret bagaimana kader muda tidak hanya berkutat pada isu politik-keagamaan, tetapi juga membumi dalam isu-isu kerakyatan.

Musyfiq menyebutkan bahwa kegiatan ini telah mendapatkan apresiasi positif dari warga dan Pemerintah Kecamatan Lenteng. Ini membuktikan bahwa gerakan yang dilandasi nilai Aswaja (moderasi dan keadilan) mampu menciptakan harmoni sosial dan diterima luas oleh semua pihak.


🤝 Sinergi Ummat: Membangun dengan Barokah dan Bisnis

Keberlanjutan dan sukses Program Satu Desa Satu Rumah tidak terlepas dari sinergi apik antara idealisme kader dan dukungan ekonomi umat. Ansor Lenteng membangun kemitraan strategis dengan Haswal Grup, yang bertindak sebagai mitra utama dalam pelaksanaan program sosial ini.

CEO Haswal Grup, H. Ghufron, mengapresiasi semangat para pemuda Ansor: “Kami bangga bermitra dengan kelompok pemuda yang konsisten melakukan kegiatan positif. Program ini akan terus kami dukung sambil menghadirkan program lain yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kemitraan ini mencerminkan semangat Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah yang menjadi inti ajaran NU. Sinergi antara organisasi kepemudaan (Ansor) dan kekuatan ekonomi lokal (Haswal Grup) menunjukkan model pembangunan berbasis komunitas yang efektif, di mana sumber daya umat dikembalikan untuk sebesar-besarnya manfaat bagi umat.

Kesimpulannya, melalui ketekunan dan konsistensi Program Satu Desa Satu Rumah, PAC GP Ansor Lenteng telah memberikan definisi baru bagi pergerakan Islam di era modern. Mereka membuktikan bahwa Aswaja bukanlah sekadar teori di kitab kuning, melainkan sebuah etos kerja yang menghibahkan tenaga, waktu, dan pikiran demi jam’iyah dan jemaah, demi tercapainya Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur (negeri yang baik dan diampuni Tuhan). ***

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


SyiarExpose

Views: 243 Cahaya Munajat di Sepertiga Malam Terakhir: Menemukan Hakikat Kedekatan Ilahi (Perspektif Tasawwuf Ahlussunnah Wal Jamaah) MaduraExpose.com– Dalam ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah, setiap waktu memiliki keberkahan, namun ada waktu-waktu…

---Exposiana----

---***---