Gerai KDMP Sendang Dibangun: Jangan Sampai ‘Sinergi’ Jadi Slogan Kosong

oleh -140 Dilihat
Pembangunan fisik Gerai Koperasi Desa Mandiri Pangan (KDMP) Sendang kini menjadi fokus utama Pemerintah Kecamatan Pragaan. Camat Pragaan, Indra Hernawan, pada Jumat (5/12/2025)___Istimewa.

 


PRAGAAN  – Pembangunan fisik Gerai Koperasi Desa Mandiri Pangan (KDMP) Sendang kini menjadi fokus utama Pemerintah Kecamatan Pragaan. Camat Pragaan, Indra Hernawan, pada Jumat (5/12/2025), memimpin langsung peninjauan lapangan, didampingi oleh berbagai unsur terkait mulai dari Dinas Koperasi hingga Pendamping Desa. Kegiatan ini dilabeli sebagai simbol ‘sinergi’ pemerintah dan masyarakat untuk pemberdayaan ekonomi lokal.

Namun, di tengah bayang-bayang kritis infrastruktur yang rentan di Sumenep—seperti ambruknya Jembatan Bringsang yang baru saja menelan korban—pembangunan Gerai KDMP ini harus diawasi ketat. Kritik membangun menuntut agar janji ‘kualitas’ dan ‘kolaborasi’ yang digaungkan Camat harus dibuktikan dengan standar fisik bangunan yang kokoh, bukan sekadar progres di atas kertas.


Pembangunan Fisik vs. Kualitas Nyata: Hati-Hati Slogan ‘Sinergi’

Camat Indra Hernawan menegaskan bahwa Gerai KDMP Sendang harus menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif dan pembangunan fisiknya harus berkualitas serta selesai tepat waktu.

Kritik Agitatif: Di saat infrastruktur vital seperti jembatan ambruk akibat lemahnya pemeliharaan, pembangunan gerai ekonomi ini harus benar-benar menjadi contoh success story, bukan sekadar proyek mercusuar berbasis dana desa. Kata kunci “sinergi” dan “pemberdayaan” seringkali hanya indah di dalam laporan. Masyarakat Pragaan menuntut bukti: Apakah kualitas bahan Gerai KDMP ini akan sebanding dengan umur pakainya, ataukah akan cepat rusak seperti infrastruktur lainnya yang kurang diawasi?

Pengalaman buruk di lapangan menunjukkan bahwa pengawasan di tahap pembangunan seringkali longgar, membuka celah untuk pengurangan kualitas bahan demi keuntungan sesaat.


Pengawasan Ketat: Mengukur Komitmen Camat Pragaan

Mantan Camat Rubaru ini juga menekankan pentingnya koordinasi dan pengawasan ketat di lapangan, memastikan semua tahapan pembangunan sesuai standar, mulai dari kualitas bahan hingga struktur bangunan.

Kehadiran Camat, Sekcam, Dinas Koperasi, dan unsur TNI/Polri dalam peninjauan lapangan memberikan optimisme. Namun, pemantauan ini harus bersifat struktural dan periodik, bukan hanya kunjungan simbolis untuk dokumentasi.

Tuntutan Kualitas dan Transparansi:

  1. Audit Bahan Baku: Harus ada transparansi mengenai jenis dan kualitas bahan baku yang digunakan, khususnya fondasi dan struktur utama, agar publik dapat turut mengawasi.

  2. Peran Pendamping Desa: Pendamping Desa dan pengurus KDMP harus diberikan wewenang riil untuk mengintervensi jika ada indikasi penurunan kualitas pekerjaan di lapangan, alih-alih hanya menjadi pendamping administrasi.

  3. Batas Waktu Jelas: Meskipun ditargetkan selesai sebelum akhir tahun, Camat Pragaan harus menetapkan deadline yang tegas dengan sanksi yang jelas bagi kontraktor jika terjadi keterlambatan atau penurunan mutu.


Optimalisasi KDMP: Kontribusi Nyata untuk UMKM

Jika Gerai KDMP Sendang berhasil diselesaikan dengan kualitas prima, ia akan menjadi aset berharga yang memperkuat kapasitas UMKM lokal dan menjadi model keberhasilan kolaborasi.

Progres pembangunan yang signifikan dan struktur gedung yang mulai terlihat kokoh memang memberikan optimisme. Namun, optimisme ini harus dilandasi oleh jaminan kualitas permanen, yang diukur bukan hanya dari kecepatan, tetapi dari ketahanan terhadap waktu dan cuaca.

Kecamatan Pragaan harus membuktikan bahwa mereka mampu membangun Gerai KDMP yang tidak hanya berfungsi optimal secara ekonomi, tetapi juga berdiri sebagai monumen integritas pembangunan di Sumenep, jauh berbeda dari kasus-kasus infrastruktur renta yang menelan korban.***

Tentang Penulis: Tim/Red. MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Tinggalkan Balasan