Gebrakan Said Abdullah di Surabaya: PDI Perjuangan Jatim Siapkan “Karpet Merah” Modal Startup dan Kuliah Murah Gen Z

Terbit: 17 Desember 2025 | 23:00 WIB

MaduraExpose.com – Peta politik Jawa Timur dipastikan memanas namun produktif menjelang akhir tahun. Di bawah komando MH Said Abdullah, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur siap menggelar suksesi kepemimpinan serentak melalui Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) pada 20-21 Desember 2025 di Surabaya.

Bukan sekadar ganti nakhoda, forum tertinggi banteng Jatim ini bakal menjadi ajang “bedah kompas” untuk merangkul generasi digital native: Gen Z dan Gen Alpha.

Demokrasi Dua Arah: Regenerasi Tanpa Gejolak

Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, MH Said Abdullah, menegaskan bahwa mekanisme suksesi kali ini menggunakan pola demokrasi dua arah. Usulan dari tingkat Ranting hingga Daerah untuk posisi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) akan dikombinasikan dengan keputusan strategis DPP.

“Ini adalah ruang suksesi sekaligus regenerasi. Kami mempertimbangkan kebutuhan strategis partai ke depan,” tegas Said Abdullah di Surabaya, Selasa (16/12/2025).

Melawan Beban Demografi: Pendidikan Inklusif Harga Mati

Politisi senior asal Sumenep yang menjabat Ketua Banggar DPR RI ini menyoroti populasi Jatim yang menembus 40 juta jiwa, di mana 70 persennya adalah usia produktif. Said tak ingin potensi besar ini justru menjadi beban demografi karena minimnya skill.

“Lulusan SMA kita sudah mencapai 96 persen, tapi itu belum cukup karena mereka belum punya skill profesional. PDI Perjuangan Jatim lewat jalur DPRD dan Kepala Daerah akan terus menekan agar uang kuliah tidak lagi mencekik leher rakyat,” ujar Said dengan nada lugas.

Youth Venture Fund: Modal 50 Ribu Startup Tanpa Jaminan

Terobosan paling radikal yang akan diputuskan dalam Konferda/Konfercab mendatang adalah inisiasi Youth Venture Fund (YVF). Program ini membidik lahirnya 50.000 startup baru generasi muda hingga tahun 2030.

“Kita siapkan akses modal tanpa jaminan fisik. Gen Z dan Gen Alpha ini digital native, mereka butuh modal untuk kemandirian ekonomi, bukan sekadar janji jargonis,” tambah pria yang akrab disapa Buya Said ini.

Tak hanya modal, PDI Perjuangan Jatim juga mematok target ambisius: membawa lima produk budaya lokal menembus pasar internasional (ekspor digital) pada tahun 2030 melalui perlindungan Intellectual Property (IP).

Hilirisasi Industri: Kunci Perbanyak Kelas Menengah

Said Abdullah juga menekankan pentingnya pergeseran wajah industri di Jawa Timur. Dari yang semula didominasi sektor makanan-minuman dan rokok, ke arah industri hilir yang lebih masif.

“Kawasan industri mulai ekspansi ke tengah Jatim. Jika industri hilir tumbuh, lapangan kerja terbuka lebar, kelas menengah meningkat, dan kemiskinan otomatis terkikis. Inilah politik kerja kerakyatan yang terukur, bukan lagi sekadar jargon,” pungkasnya.

Agenda strategis ini akan dikunci dalam Konferda dan Konfercab lusa, sebagai bukti bahwa PDI Perjuangan Jatim bertransformasi menjadi partai yang lebih modern, teknokratis, dan berpihak pada masa depan anak muda. (Tim/Red)

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *