FAMS Sebut Bupati Busyro Terlibat Korupsi Rp. 1,125 M

Terbit: 8 Oktober 2015 | 00:00 WIB

Maduraexpose.com- Front Aksi Mahasiswa (FAMS) Sumenep yang berunjuk rasa ke kantor Polres Sumenep, mendesak aparat hukum untuk serius mengusut tuntas kasus korupsi di Kabupaten Sumenep. Sengketa korupsi yang diangkat, sesuai rilisnya adalah kasus 45 anggota DPRD Sumenep periode 1999-2004 yang melibatkan Bupati Sumenep A Busyro Karim saat dirinya masih duduk di kursi parlemen periode tersebut.

Informasi yang di Suara Rakyat, anggota DPRD Sumenep pada periode 1999-2004, mengakhiri tugasnya dengan menerima uang negara secara ilegal berkedok uang tunjangan kesehatan dan dana purna bakti. Bahkan hasil penyelidikan Kejari Sumenep mencatat setiap anggota DPRD Sumenep menerima Rp25 juta, sehingga nilai total dugaan korupsi mencapai Rp 1,125 miliar.

Hingga hari ini, supervisi tidak pernah dilakukan oleh Kejati Jatim, karena menunggu hasil gelar perkara oleh penyidik Kejari Sumenep. Kendala lain yang dihadapi, untuk memeriksa terlapor A Buya Busyro Karim, karena yang bersangkutan menjabat kepala daerah, sehingga jika ingin memeriksa harus minta izin Presiden.

Sementara Kasat Resreskrim Polres Sumenep Iptu I Gede Pranata Wiguna, menegaskan bahwa menangani korupsi kasus korupsi membutuhkan beberapa bukti-bukti yang konkrit. Kasus DPRD 1999-2004, sudah dilimpahkan ke Kejati Jatim.

(syem/sal/sr/ksr)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *