Hasmi, Ketua FAMS saat hendak menemui Komisi II DPRD Sumenep, Jawa Timur (Foto: Ferry Arbania/MaduraExpose.com)

Sumenep (Madura Expose)- Ketua Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAM’S), Hazmi mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur tidak mengulur-ngulur proses akhir dalam menangani dugaan korupsi Dana Alokasi Khusu (DAK) Pendidikan dilingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

“Penanganan kasus dugaan korupsi DAK Pendidikan ini sangat lamban dan seperti di peti-es-kan oleh pihak Kejari Sumenep. Buktinya, sampai detik ini belum ada kepastian”, terang Hazmi Ketua Fam’s kepada Madura Expose, di salah satu lesehan Keraton Sumenep, Senin Dini Hari (29/2/2016).

Sebelumnya, Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur kepada awak media bilang telah menemukan adanya indikasi penyimpangan kasus tersebut. Bahkan sejumlah saksi telah diperiksa atau dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan DAK Pendidikan tahun 2010, 2011 dan 2012.

Saat itu, Febry Adriansyah, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim dalam sebuah acara di Sumenep menegaskan, adanya indikasi penyimpangan dalam dugaan kasus korupsi DAK Pendidikan sudah ada.

“Intinya, penyimpangan itu berkaitan dengan pengadaan barang tak sesuai speknya”, tegasnya.

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten sumenep, Madura, Jawa Timur/Istimewa
Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten sumenep, Madura, Jawa Timur/Istimewa

Desakan FAMS terkait dugaan penyimpangan DAK Disdik Sumenep rupanya diamini pihak Kejati Jatim yang memastikan bahwa pengadaan peraga pendidikan di sekolah SD hingga SMA sejak tahun 2010, 2011 dan 2012, yang harusnya terealisasi pada tahun 2013 ini menghabiskan anggaran pemerintah sebesar Rp 23 miliar itu diduga kuat tidak sesuai dengan spek. Proyek ini dikerjakan oleh 14 rekanan.

“Diduga alat peraga yang direalisasikan tidak sesuai spesifikasinya,” kata Mohammad Rohmadi, Kasi Penyidikan Khusus Kejati Jatim, beberapa waktu lalu didepan awak media.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

[dbs/fer]