MADURA EXPOSE–Dua anggota kelompok teroris yang tewas dalam peristiwa kontak tembak dengan pasukan gabungan TNI-Polri di wilayah hutan pegunungan Desa Talabosa, Kecamatan Lore Tengah, hari ini merupakan warga negara asing yang selama ini bergabung dengan kelompok teroris Santoso.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Komandan Korem 132 Tadulako Kolonel Infantri, Syaiful Anwar mengatakan berdasarkan identifikasi awal kedua orang itu berasal dari Uigur, China. Meskipun demikian tidak dijelaskan sejak kapan kedua orang yang disebut berinisial FM dan K itu bergabung dengan kelompok Santoso.

“Identifikasi sementara kedua duanya berasal dari luar, yang bergabung disini yang diperkirakan dari Uigur,” kata Syaiful Anwar, selaku wakil penanggung jawab Operasi Tinombala 2016, di Pos Komando Sektor IV Operasi Tinombala 2016 di Lore Peore, Selasa (15/3/2016).

Kedua jenazah tersebut saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah untuk kepentingan identifikasi lebih lanjut.

Kontak senjata antara pasukan gabungan TNI-Polri dengan kelompok Santoso terjadi pada pukul 7.30 Wita di hutan pegunungan sekira 1 kilometer dari Desa Talabosa, Kecamatan Lore Tengah. Kontak senjata terjadi dalam upaya pengepungan yang telah dilakukan dalam Operasi Tinombala 2016 yang diperpanjang untuk masa operasi 6 bulan kedepan sejak 10 Maret 2016.

Operasi Tinombala yang dimulai pada 10 Januari itu telah menewaskan setidaknya enam anggota kelompok teroris Santoso. Sedangkan di pihak aparat keamanan, sudah dua anggota Polri yang gugur, satu orang tertembak di Desa Sangginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan dan seorang lainnya meninggal karena sakit saat sedang melakukan patroli di dalam hutan Kecamatan Poso Pesisir Selatan.

(Ari/OKZ)