Doktor Fauzi itu “ Pemimpin Hebat”

Terbit: 21 Oktober 2024 | 18:32 WIB

Saat menjadi pembanding dalam kegiatan Bedah Buku “ Demi Kaum Muda : Jejak-Jejak Kebjakan Pemimpin Muda” yang dilaksanakan oleh BEM STKIP PGRI Sumenep, pada 19 Oktober 2024, saya memulai dengan narasi sederhana.

“Pak Fauzi ini termasuk pemimpim hebat. Hebat karena alasan yang tentu punya dalil. Apa dalilnya? Dalilnya adalah ungkapan Harry S. Truman, mantan Presiden AS ke-33. Kira-kira begini menurut Truman, pemimpin hebat itu, pasti menulis, menulis gagasan, perspektif dan lainnya.”

Buku dengan judul Demi Kaum Muda, ditulis oleh Dr. Akhmad Fauzi Wongsojudo, MH, Bupati Sumenep yang sekaligus sebagai Cabup dalam Pilkada 2024 ini, menjadi fenomena menarik. Sebab, di tengah posisinya sebagai politisi, ia mampu menawarkan sebuah gagasannya dengan baik.

Pak Fauzi punya gagasan. Dan, gagasan itu dianggap sebagai gagasan yang hidup, apabila ia dapat dibaca, dirasakan dan didiskusikan oleh klayak umum. Buku Demi Kaum Muda adalah wujud pertanggungjawaban intelektual seorang pemimpin di hadapan publik.

Fokus saya adalah Pak Fauzi menulis buku. Berarti, Pak Fauzi itu, pemimpin hebat. Pemimpin yang mampu menjadikan buku sebagai sarana transformasi gagasan. Pemimpin yang dapat memastikan bahwa apa yang ia tulis adalah pengalaman dan aksi-aksi dari pikirannya yang konkret.

Jadi, membaca buku ini, pada dasarnya, membaca fakta tentang pengalaman nyata seorang pemimpin dalam berbuat dan berkarya.

Apalagi, buku Demi Kaum Muda ini, secara naratif menjelaskan secara gamblang tentang kebijakan-kebijakan Pak Fauzi untuk kepemudaan, selama menjabat sebagai Bupati Sumenep periode pertamanya.

Dengan buku ini, Pak Fauzi sebenarnya sedang menjelaskan beberapa hal. Pertama, sebagai pemimpin, ia masih sempat berfikir untuk menuliskan gagasannya, menerbitkannya menjadi sebuah buku, kemudian menyebarkannya kepada masyarakat.

Dengan buku ini, suka atau tidak suka, Pak Fauzi telah membuktikan kualitasnya sebagai pemimpin hebat, perspektif Harry S. Truman. Karena pemimpin hebat, tentu akan menjadi pilihan rakyat. Intinya, Pak Fauzi sedang tampil mengkombinasikan dua hal dalam dirinya, yaitu : leader dan writer.
Kedua, sebagai politisi, ia mampu menghadirkan cara-cara politik yang berkarakter literatif.

Ia tidak hanya bergerak dengan kekuatan lisan bil-lisan, tetapi mampu menyodorkan buku sebagai salah satu pendidikan politik yang cukup progresif. Di hadapan mahasasiswa saat bedah buku, Pak Fauzi hadir dengan gagasan tertulis dan mendialogkkanya dengan kaum muda : mahasiswa.

Hal ini penting, karena mahasiswa itu, kaum elit sosial baru dengan keuatan akademik dan intelektual yang tinggi. Dengan membawa buku, Pak Fauzi telah mampu menunjukkan kelihainnya dalam memainkan literasi politik yang tepat.

Mahasiswa tidak hanya diyakinkan untuk memilih, tetapi yang jauh lebih penting adalah mahasiswa sedang diajak untuk menulis gagasannya sebagaimana dilakukan Pak Fauzi. Ada nilai keteladanan yang sedang ditanamkan Pak Fauzi dalam kegiatan ini.

Akhirnya, tulisan ini tidak ada maksud lain, selain hanya untuk memberikan perspektif tentang kriteria pemimpin hebat.

Sebagai pembanding dalam bedah buku ini, saya berkesimpulan, Pak Fauzi dengan karyanya, sedang memastikan dirinya sebagai pemimpin yang hebat.

Kita sebagai rakyat, sejatinya sedang menyeleksi figur-figur untuk kita pilih sebagai pemimpin yang hebat. Dan, Pak Fauzi dengan komitmennya dalam menulis buku, adalah salah satu pemimpin hebat yang layak untuk kita apresiasi.

Inilah pandangan saya. Selanjutnya, silahkan pembaca menilai sendiri!

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Anatomi Teror: Antara Residu Militerisme dan Supremasi Hukum

    Terbit: 21 Maret 2026 | 03:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | LABORATORIUM NALAR – Peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di pelataran YLBHI bukan sekadar tindak pidana penganiayaan…

    Kiamat Nalar 2026: Saat Algoritma Menjadi ‘Dajjal’ dan Gaza Jadi Laboratorium Terakhir Manusia

    Terbit: 19 Maret 2026 | 13:11 WIB MADURAEXPOSE.COM – Peradaban sedang berada di titik nadir yang paling berbahaya. Ketika Joe Kent di Amerika Serikat membongkar kepalsuan intelijen yang menyeret Trump…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *