Digitalisasi Banyuwangi Tertinggi Se-Indonesia: Model “Laboratorium Hidup”

oleh -424 Dilihat
Bupati Ipuk Fiestiandani saat memaparkan program Smart Kampung dan SPBE Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani/Ist.

 


MaduraExpose.com – Kabupaten Banyuwangi kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir transformasi digital di Indonesia. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) resmi menetapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Banyuwangi dengan indeks tertinggi nasional kategori pemerintah daerah.

Berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, Banyuwangi meraih predikat ”Memuaskan” dengan nilai indeks fantastis 4,87 dari skala maksimal 5. Angka ini menempatkan Banyuwangi di posisi puncak, melampaui raihan provinsi besar seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.

Lima Besar Instansi dengan Indeks SPBE Tertinggi 2025

Keberhasilan Banyuwangi menembus jajaran elit digitalisasi nasional terlihat dari daftar indeks SPBE terbaru:

  1. Kemenpan RB: 4,88

  2. Pemkab Banyuwangi: 4,87

  3. Pemprov Jawa Barat: 4,80

  4. Pemprov Jawa Timur: 4,79

  5. Pemkot Surabaya: 4,78

Sebagai perbandingan, rata-rata indeks SPBE nasional saat ini tercatat di angka 3,23.

Respons Bupati Ipuk: Komitmen Tanpa Henti

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut syukur atas capaian ini. Menurutnya, indeks tinggi tersebut merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan dalam mengintegrasikan teknologi ke semua lini pelayanan publik.

“Capaian ini semakin memotivasi kami untuk terus memaksimalkan sistem elektronik, baik pada administrasi pemerintahan maupun integrasi pelayanan publik. Kami terus memperbaiki tata kelola dan kapasitas aparatur agar transformasi ini berdampak langsung ke rakyat,” ujar Ipuk, Sabtu (10/1/2026).

Menjadi “Laboratorium Hidup” Transformasi Digital Nasional

Keunggulan Banyuwangi membuat pemerintah pusat memberikan kepercayaan khusus. Banyuwangi kini menjadi pilot project nasional untuk Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) melalui aplikasi Portal Perlinsos.

Program ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan transparan. Setelah sukses diuji coba di Banyuwangi sejak September 2025, model ini segera diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Banyuwangi menjadi model ‘laboratorium hidup’ transformasi digital pemerintahan daerah. Kami bangga dipercaya menciptakan sistem perlindungan sosial yang lebih baik secara nasional,” tambah politisi PDI Perjuangan tersebut.

Akar Kesuksesan: Smart Kampung Sejak 2016

Fondasi digitalisasi Banyuwangi tidak dibangun dalam semalam. Keberhasilan SPBE ini berakar dari sistem “Smart Kampung” yang telah dikembangkan sejak 2016. Program ini tidak hanya memindahkan layanan ke digital, tetapi juga mendorong budaya digital hingga ke tingkat desa.

Melalui Smart Kampung, berbagai urusan mulai dari kependudukan, kesehatan, pendidikan, hingga verifikasi bantuan sosial dapat diselesaikan dengan cepat dan terintegrasi di tingkat akar rumput.

Tentang Penulis: Tim/Red. MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Tinggalkan Balasan