
Sumenep (Maduraexpose.com)— Sosok Ustaz Ahmad kini diincar banyak orang lantaran namanya disebut-sebut sebagai Korlap Aksi yang mengatasnamakan Gerakan Santri Madura. Mereka berkirim surat ke pihak Polres Sumenep tertanggal 18 Mei 2022 dengan kop surat tertera alamat sekretariat gerakan itu di Jalan Lingkungan Dalama, Pajagalan, Kecamatan/Kota Sumenep.
Belakangan terungkap jika rencana aksi penolakan UAS di depan Masjid Jamik Sumenep yang hendak melibatkan massa 200 orang itu batal digelar. Gerakan Santri Madura menolak kedatangan UAS dengan tudingan penceramah kondang asal Riau itu menyebarkan paham radikal dan intoleran.
Menindak lanjuti adanya surat pemberitahuan asksi itu, pihak Polres Sumenep langsung mengerahkan personel pengamanan di lokasi yang disebutkan dalam surat pemberitahuan aksi sebelumnya, yakni depan Masjid Jamik Sumenep. Namun hingga pukul 13.00 WIB ‘Gerakan Santri Madura” tak berani menampakkan batang hidungnya, pun juga tak pemberitahuan pembatalan aksi.
Dikonfirmasi Wartawan, Humas Polres Sumenep AKP Widiarti pengerahan personel tak jadi masalah meski aksi batal digelar. Menurutnya, pihak Polres berkewajiban mempersiapkan pengamanan meski pada kenyataannya tak jadi digelar tanpa pemberitahuan pembatalan.
AKP Widiarti menyebutnya, pengerahan personel sesuai tempat dan waktu yang disebutkan dalam surat pemberitahuan semacam itu, sebagai langkah antisipasi dari pihak Polres Sumenep.
“Jadi maupun tidak (aksi), kami (Polres) sudah mempersiapkan pengamanan. Kenyataan tidak ada, itu tidak jadi masalah,” terangnya dikonfirmasi wartawan, Sabtu 21 Mei 2022.
Sekretariat Gerakan Santri Madura Misterius?
Batalnya gelaran aksi unjuk rasa penolakan UAS tampaknya berbuntut panjang, karena sejumlah pihak mulai menyoroti kelompok yang mengatasnamakan Gerakan Santri Madura itu batal menggelar aksi. Sosok Ust Ahmad yang disebut-sebut sebagai Korlap Aksi diduga bukan orang Sumenep. Bahkan kop surat dengan Alamat Jalan Lingkungan Delama, Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep yang digunakan ‘Gerakan Santri Madura’ juga mulai diragukan banyak pihak.
Hal itu diperkuat dengan penjelasan AKP Widiarti kepada Awak Media, bahwa alamat Jalan Lingkungan Delama tidak ada. Sejumlah warga juga mengaku tidak pernah mengetahui alamat itu.Bahkan saat melakukan pelacakan melalui google maps, justru diarahkan ke Jalan Dokter Sutomo, depan Museum Keraton Sumenep, sebelah timur Alun-Alun kota.
“ Di timur Museum itu memang ada kampung namanya ‘Demala’, tapi tidak ada alamat Jalan Lingkungan Delama,” imbuh AKP Widarti S.SH. [ram/fat/int]



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
