Dandim Bendi Wibisono: Prosesi Arya Wiraraja Hari Jadi ke-756 Adalah Jati Diri Sumenep yang Sesungguhnya

Terbit: 26 Oktober 2025 | 18:59 WIB

SUMENEP – Komandan Kodim (Dandim) 0827/Sumenep, Letkol Arm Bendi Wibisono, S.E., M.Han., menyampaikan apresiasi mendalam terhadap Pemerintah Kabupaten Sumenep atas suksesnya penyelenggaraan Prosesi Arya Wiraraja dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep. Menurutnya, gelaran budaya megah ini merupakan cerminan otentik dari identitas dan semangat kebersamaan masyarakat Kota Keris.

 

 

Prosesi yang digelar di depan Labeng Mesem, Pendopo Agung Sumenep, pada Sabtu (25/10/2025) malam, dinilai Letkol Arm Bendi bukan sekadar perayaan tahunan yang bersifat seremonial. Sebaliknya, acara ini adalah wujud nyata dari kecintaan dan penghormatan kolektif masyarakat terhadap sejarah dan warisan leluhur.

 

 

Prosesi ini bukan hanya ritual mengenang masa lalu, tapi momentum untuk meneguhkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah kelahiran. Inilah jati diri Sumenep yang sesungguhnya,” tutur Letkol Arm Bendi Wibisono, menegaskan poin utamanya.

 

 

 

Simbol Kekayaan Budaya dan Semangat Perjuangan

 

Dandim 0827/Sumenep menggarisbawahi berbagai penampilan yang menyemarakkan acara. Mulai dari pementasan NGOPENNE SOENGENEP Teaser, pertunjukan Suluk Dalang, hingga tarian yang melambangkan kehidupan petani dan nelayan Sumenep.

 

 

Puncak dari pertunjukan tersebut adalah penampilan kolosal 300 penari topeng “Branyak Angkara”. Letkol Bendi menilai elemen-elemen ini sebagai simbol kekayaan budaya yang vital, berhasil menghidupkan kembali spirit perjuangan dan semangat gotong royong yang menjadi karakteristik masyarakat Sumenep.

 

 

 

Pentingnya Melestarikan Budaya di Era Globalisasi

 

Menanggapi tantangan zaman, Dandim Letkol Arm Bendi Wibisono menekankan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi. Ia mengingatkan bahwa kemajuan harus berjalan beriringan dengan pelestarian identitas.

 

 

“Kemajuan tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri. Justru dengan melestarikan budaya, kita memperkuat karakter, kebanggaan, dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.

 

 

Bagi Letkol Arm Bendi, Prosesi Arya Wiraraja merupakan ruang kontemplasi yang penting, di mana masyarakat Sumenep dapat merenungkan akar sejarah mereka sekaligus merajut kembali benang semangat gotong royong dan cinta tanah kelahiran.

 

 

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *