Momen Sakral Hari Jadi ke-756 Sumenep: Prosesi Arya Wiraraja di Labang Mesem, Meneguhkan Ngopene Soengenep

Terbit: 26 Oktober 2025 | 05:50 WIB

SUMENEP – Kabupaten Sumenep di ujung timur Pulau Madura kembali berpendar dalam cahaya sejarah. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Sumenep ke-756, Pemerintah Kabupaten Sumenep sukses menggelar Prosesi Arya Wiraraja yang sangat khidmat dan penuh makna, Sabtu (25/10/2025).

 

Prosesi ini, yang merupakan salah satu tradisi paling sakral dan menjadi kebanggaan masyarakat, dipusatkan di depan Labang Mesem Keraton Sumenep. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan drama kolosal yang menghidupkan kembali kisah agung Arya Wiraraja, tokoh pendiri yang menjadi Adipati Sumenep pertama.

 

Menghormati Sang Pendiri Peradaban

 

Prosesi Arya Wiraraja bukan sekadar pertunjukan seni. Ia adalah ritual tahunan yang berfungsi sebagai momentum penting untuk mengenang jasa besar Raden Arya Wiraraja yang diangkat sebagai Adipati pada tanggal 31 Oktober 1269 Masehi. Tokoh ahli strategi politik ini dikenal sebagai cikal bakal kejayaan Sumenep dan memiliki peran sentral dalam sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit.

 

 

Di bawah langit yang cerah, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, secara langsung memimpin jalannya prosesi. Dalam sambutannya, Bupati Fauzi menegaskan bahwa tradisi ini adalah jembatan spiritual yang menghubungkan masa kini dengan Sejarah Sumenep yang gemilang.

 

 

“Prosesi ini sejatinya bukan hanya ritual mengenang sejarah, tetapi momentum untuk meneguhkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah kelahiran. Ini adalah cara kita menghormati jasa leluhur,” ujar Bupati Achmad Fauzi kepada awak media.

 

Ngopene Soengenep: Warisan Nilai di Era Modern

 

Peringatan Hari Jadi ke-756 tahun ini diusung dengan tema filosofis: “Ngopene Soengenep”. Frasa dalam Budaya Madura ini, yang berarti merawat atau memelihara Sumenep, menjadi roh utama dalam seluruh rangkaian acara.

 

 

Bupati Fauzi menjelaskan bahwa di tengah kemajuan zaman, masyarakat tidak boleh melupakan akar budaya dan nilai warisan kepemimpinan yang telah dicontohkan Arya Wiraraja—yakni kejujuran, kebijaksanaan, dan semangat pengabdian.

 

 

“Melalui kegiatan ini, memberikan pelajaran bahwa kemajuan tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri. Justru dengan melestarikan budaya dan nilai-nilai seperti ‘Ngopene Soengenep’, kita bisa memperkuat karakter dan nilai kemanusiaan,” tambahnya.

 

 

Penghormatan terhadap Adipati Sumenep pertama ini diwujudkan sebagai refleksi atas kepemimpinan yang jujur dan berpihak pada rakyat. Semangat dan nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik.

 

 

Diakhir prosesi, dengan megahnya peninggalan Keraton Sumenep sebagai latar, prosesi penyerahan Pataka simbol Adipati kepada Bupati menjadi penutup yang menggarisbawahi komitmen untuk menjaga warisan budaya luhur Sumenep.

 

 

Acara Prosesi Arya Wiraraja di Labang Mesem ini tidak hanya menarik perhatian lokal tetapi juga menjadi sorotan di berbagai platform, menjamin tradisi agung ini mendapatkan tempat selayaknya dalam liputan Google News sebagai warisan budaya Nusantara yang tak lekang oleh waktu.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *