Daftar “Dosa” Proyek Infrastruktur Madura 2025-2026: Miliaran Rupiah Menguap, Rakyat Hanya Dapat Jalan Rusak?

Terbit: 18 Februari 2026 | 22:23 WIB

MADURA, MaduraExpose.com – Harapan masyarakat Pulau Garam untuk menikmati infrastruktur yang layak di tahun 2026 nampaknya harus berbenturan dengan kenyataan pahit. Sejumlah proyek strategis yang menelan anggaran miliaran rupiah justru dilaporkan mangkrak, bermasalah secara hukum, hingga dikerjakan secara asal-asalan.

Tim Madura Expose merangkum sejumlah “dosa” pengerjaan infrastruktur yang kini menjadi sorotan tajam aparat penegak hukum dan publik. Berikut daftar hitam proyek bermasalah di Madura periode 2025-2026:

1. Skandal Jalan Tlagah–Bulangan Barat (Pamekasan)

Proyek ini menjadi “dosa” paling mencolok di awal tahun 2026. Dinas PUPR Pamekasan resmi mencoret kontraktor pelaksana setelah pengerjaan jalan ini mangkrak total.

  • Masalah: Fisik bangunan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

  • Dampak: Dugaan kerugian negara mencapai Rp 1,4 miliar. Saat ini, Kejaksaan Negeri Pamekasan tengah melakukan pemeriksaan saksi secara intensif.

  • (Update Terkini) Skandal Jalan Tlagah–Bulangan Barat: PUPR “Tiarap”, Kejari Mulai Periksa Dokumen

    Dosa pengerjaan infrastruktur di Pamekasan memasuki babak baru. Per hari ini, Rabu (18/2/2026), Dinas PUPR Pamekasan memilih untuk menghentikan total proyek pelebaran jalan Tlagah-Bulangan Barat. Kabid Bina Marga DPUPR Pamekasan, Tri Gunawan, menyatakan pihaknya tidak berani melangkah lebih jauh dan memilih menunggu petunjuk dari Aparat Penegak Hukum (APH).

    Kasus yang bersumber dari dana DBHCHT senilai Rp 3,6 miliar ini kian memanas setelah diketahui uang sebesar Rp 1,4 miliar sudah raib dicairkan, sementara progres fisik di lapangan diduga kuat fiktif atau tidak sesuai klaim 60 persen. Saat ini, Kasipidsus Kejari Pamekasan, Ali Munip, mengonfirmasi bahwa tim jaksa sedang mendalami dokumen administrasi dan mekanisme pencairan anggaran tersebut.

2. Pencurian Listrik di Proyek JLS (Sampang)

Proyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) senilai Rp 24,5 miliar juga tercoreng oleh aksi tak terpuji. Kontraktor pelaksana diduga melakukan pencurian listrik ilegal selama proses pengerjaan. Ironis, proyek bernilai jumbo namun justru menggunakan cara-cara melanggar hukum untuk menekan biaya operasional.

3. “Monumen” Terminal Tipe A (Bangkalan)

Di sisi akses Suramadu, Bangkalan, berdiri bangunan megah yang kini justru menjadi sarang hantu. Terminal Tipe A milik Kementerian Perhubungan ini mangkrak dan tidak termanfaatkan. Ironisnya, karena lama terbengkalai, Pemkab Bangkalan kini berencana mengubah fungsi bangunan mahal ini menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

4. Evaluasi Total atau Rakyat Tetap Melarat?

Munculnya daftar “dosa” infrastruktur ini menjadi raport merah bagi instansi terkait. Meski anggaran perbaikan jalan tahun 2026 di beberapa daerah seperti Bangkalan mengalami kenaikan hingga Rp 101 miliar, tanpa pengawasan ketat, angka tersebut hanya akan kembali menjadi “bancakan” para kontraktor nakal.

Aparat penegak hukum (Kejari) di masing-masing kabupaten diharapkan bertindak tegas, tidak hanya mencoret kontraktor, tetapi juga menyeret oknum-oknum yang terlibat ke meja hijau demi keadilan rakyat Madura. (red/fer)


Penulis Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose Layanan Pembaca: Bagi pembaca yang ingin menyampaikan informasi atau keluhan jalan rusak di wilayah Anda, silakan kirimkan melalui email resmi kami di: maduraexposenews@gmail.com

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Haji Her di Hyatt dan Teka-teki KPK

Terbit: 10 April 2026 | 00:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran…

Beli Elpiji 3 Kg Pakai Retina Mata? Said Abdullah: Jangan Hamburkan Anggaran!

Terbit: 6 April 2026 | 23:20 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, melemparkan usulan revolusioner guna membendung kebocoran subsidi energi yang kian membengkak. Politisi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *