Busyro Karim, mantan Bupati Sumenep 2010-2015

MADURA EXPOSE—Perlakuan Busyro Karim selaku Bupati Sumenep benar-benar membuat wartawan Sumenep murka atas sikapnya yang diduga melakukan diskriminasi terhadap wartawan lokal terkait “perlakuan” terhadap media luar hingga terkesan mengenyampingkan wartawan lokal, yang selama ini telah mati-matian mempromosikan potensi wisata Pulau Gililabak dengan suka rela.

Pernyataan itu disampaikan kalangan wartawan lokal, setelah mendengar adanya pertemuan politisi asal Desa Beraji ini dengan pihak media luar Sumenep. Busyro dikecam wartawan lokal karena ibarat kacang lupa kulitnya, wartawan lokal yang bersusah payah memasarkan potensi wisata, namun bupatinya lebih antusias terhadap media luar.

Samaudin, salah satu wartawan harian Jawa Timur yang bertugas di Sumenep malah menantang Bupati Busyro Karim untuk tetap sesuka hatinya mengabaikan media lokal dengan cara mengabaikan peran dan keberadaan media lokal yang selama ini paling berjasa.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Semua orang tahu kalau media lokal yang mempopulerkan potensi wisata Pulau Gililabak. Tapi kenapa yang mendapat perlakuan istimewa justru media nasional. Bupati kita ini seperti kacang lupa kulitnya”, ujar Samaudin awak media.

Menurut pria yang karib disapa Udin ini mempersilahkan mantan suami Wafiqah Jamilah ini untuk meninggalkan media lokal. Apalagi selama ini, perjuangan wartawan dan media lokal tanpa upah sepeserpun demi memajukan potensi wisata Sumenep, salah satunya adalah Gililabak.

“Bayangkan, salah satu potensi yang selama ini ditulis besar-besar, yakni Pulau Gili Labak dan tanpa ada timbal balik pada perusahaan media lokal. Ternyata sekarang bupati lebih merespon para pekerja media di luar Sumenep, apa ini etika yang benar?,” kata Samaudin dilansir PortalMadura dengan ekspresi penuh kecewa.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sumenep, Yayak Nurwahyudi enggan berkomentar banyak.
“Bukan tidak merespon dengan teman-teman Sumenep. Kita diskusi ya bos,” katanya via pesan singkat pada PortalMadura.Com yang mengaku masih ikut acara. [PMc/Red]