Bupati Busyro Dimurkai Wartawan, Ini Penyebabnya!

Terbit: 12 April 2016 | 07:55 WIB

MADURA EXPOSE—Perlakuan Busyro Karim selaku Bupati Sumenep benar-benar membuat wartawan Sumenep murka atas sikapnya yang diduga melakukan diskriminasi terhadap wartawan lokal terkait “perlakuan” terhadap media luar hingga terkesan mengenyampingkan wartawan lokal, yang selama ini telah mati-matian mempromosikan potensi wisata Pulau Gililabak dengan suka rela.

Pernyataan itu disampaikan kalangan wartawan lokal, setelah mendengar adanya pertemuan politisi asal Desa Beraji ini dengan pihak media luar Sumenep. Busyro dikecam wartawan lokal karena ibarat kacang lupa kulitnya, wartawan lokal yang bersusah payah memasarkan potensi wisata, namun bupatinya lebih antusias terhadap media luar.

Samaudin, salah satu wartawan harian Jawa Timur yang bertugas di Sumenep malah menantang Bupati Busyro Karim untuk tetap sesuka hatinya mengabaikan media lokal dengan cara mengabaikan peran dan keberadaan media lokal yang selama ini paling berjasa.

“Semua orang tahu kalau media lokal yang mempopulerkan potensi wisata Pulau Gililabak. Tapi kenapa yang mendapat perlakuan istimewa justru media nasional. Bupati kita ini seperti kacang lupa kulitnya”, ujar Samaudin awak media.

Menurut pria yang karib disapa Udin ini mempersilahkan mantan suami Wafiqah Jamilah ini untuk meninggalkan media lokal. Apalagi selama ini, perjuangan wartawan dan media lokal tanpa upah sepeserpun demi memajukan potensi wisata Sumenep, salah satunya adalah Gililabak.

“Bayangkan, salah satu potensi yang selama ini ditulis besar-besar, yakni Pulau Gili Labak dan tanpa ada timbal balik pada perusahaan media lokal. Ternyata sekarang bupati lebih merespon para pekerja media di luar Sumenep, apa ini etika yang benar?,” kata Samaudin dilansir PortalMadura dengan ekspresi penuh kecewa.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sumenep, Yayak Nurwahyudi enggan berkomentar banyak.
“Bukan tidak merespon dengan teman-teman Sumenep. Kita diskusi ya bos,” katanya via pesan singkat pada PortalMadura.Com yang mengaku masih ikut acara. [PMc/Red]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *