Ainur Rahman, pengamat sosial media Sumenep (Foto: Ferry Arbania/ MaduraExpose.com)

Sumenep, MaduraExpose.com- Pengamat politik dan media sosial  Sumenep, Ainur Rahman menilai, tensi politik jelang Pilkada Sumenep tahun ini dirasa sudah makin memanas.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Bahkan di media sosial seperti facebook, Bacabup incumbent A.Busyro Karim kerap kali di pojokkan oleh beberapa nitizen yang diduga sengaja menggunakan akun palsu.

“Baik status maupun  komentar di media sosial yang mengarah kepada Bupati Sumenep  itu hanya fitnah. mengada-ada dan hanya Black Campaign”, ujar Ainur Rahman saat berbincang dengan MaduraExpose.com di salah satu kedai terkenal di Sumenep, Kamis 4 Juni 2015.

Ainur berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi fitnah yang dialncarkan oleh pendukung salah satu calon dengan cara menjelekkan calon bupati tertentu. Menurut dia, cara-cara yang tidak sehat seperti kampanye hitam seperti dilancarakn di medai sosial facebook tak perlu dipercaya begitu saja tanpa ada konfirmasi yang jelas.

“Sekarang masyarakat sudah cerdas, seharusnya cara-cara tidak terpuji itu sudah tidak dipakai lagi”, imbuhnya menadaskan.

Selain itu, Ainur, juga meragukan keaslian pemilik akun IPS (inisial) yang kerap kali memojokkan Bupati Sumenep lewat facebook.

“Setelah kami lakukan beberapa identifikasi dan gali informasi, justru kami sangat meragukan keaslian IPS. Kami menengarai pemilik akun facebook yang meresahkan itu akun palsu, menyamar untuk bikin kegaduhan politik”, sambungnya panjang lebar.

Agar Black Campaign tidak terus menerus jadi momok masyarakat lewat media sosial facebook, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memberikan tindakan tegas bagi pengguna akun palsu yang membuat status memfitnah.

“Ini PR tersendiri bagi kami yang harus diusut hingga ke akar-akarnya. Biar tidak jadi kebiasaan yang merugikan publik”, pungkasnya.

(fer)