SUMENEP, MaduraExpose.com – Ramadan 1447 H bukan sekadar momentum spiritual bagi warga Sumenep, melainkan panggung kebangkitan ekonomi kerakyatan. Di depan ikonik Labang Mesem Keraton, Jumat (20/2/2026), Festival Bazar Takjil Ramadan resmi dibuka, mengubah trotoar sejarah menjadi pusat perputaran uang bagi ratusan pelaku UMKM lokal.
Sebanyak 143 stan resmi dan 40 pedagang nonstan tumpah ruah menawarkan etalase kuliner, mulai dari resep warisan leluhur Madura hingga kudapan kekinian. Secara administratif, Festival ini bukan sekadar pasar musiman, melainkan instrumen pemberdayaan ekonomi makro yang terukur.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban moral untuk menghadirkan ruang inklusif bagi pedagang kecil. “Festival ini adalah wadah pemberdayaan bagi pelaku UMKM yang menggantungkan pendapatannya pada momentum Ramadan. Ini bukti pemerintah hadir mendorong ekonomi kerakyatan,” tegas Bupati Fauzi dalam sambutannya.
Bekerjasama dengan Radar Madura Jawa Pos Biro Sumenep, festival ini dirancang untuk memastikan UMKM lokal naik kelas. Namun, Bupati Fauzi juga memberikan catatan keras mengenai public safety dan perlindungan konsumen. Di tengah hiruk-pikuk transaksi, ia mewanti-wanti pedagang untuk menjaga kebersihan dan stabilitas harga agar kepercayaan pasar tetap terjaga.
Lebih dari sekadar angka transaksi, bazar di depan Labang Mesem ini menjadi ruang silaturahmi lintas kelas sosial, memperkuat harmoni warga sembari menunggu azan magrib berkumandang di jantung kota Sumenep.**
Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose Layanan Pembaca: Bagi pembaca yang ingin menyampaikan informasi, keluhan, atau mengirimkan artikel opini, silakan kirimkan melalui email resmi kami di: maduraexposenews@gmail.com.








