Bangkalan Gagal Sumbang Garam Nasional Sesuai Target

Terbit: 26 Oktober 2015 | 10:05 WIB

Maduraexpose.com- Tahun ini Kabupaten Bangkalan gagal memenuhi kebutuhan garam nasional sebesar 17 ribu ton.

Hal itu terungkap dari pengakuan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Bangkalan kepada awak media akhir pekan kemarin. Penyebabnya, diduga karena bantuan peralatan yang dijanjikan pemerintah pusat tak kunjung diberikan kepada para petani garam hingga berdampak pada jumlah produksi.

“ Kabupaten Bangkalan hanya bisa menyumbang 12 persen dari target pemerintah yang seharusnya 17 ribu ton”, ujar Hadari Kadis Kelautan dan Perikanan Bangkalan, Madura kepada awak media.

Untuk mewujudkan program swasembada garam di Bangkalan, lanjut Hadari, petani sangat membutuhkan peralatan produksi garam yang pernah dijanjikan pemerintah pusat.

“Sampai saat ini bantuan peralatan yang dijanjikan pemerintah pusat belum juga terealisasi. Padahal musim kemarau diperkirakan sudah tinggal dua bulan lagi”, timpalnya.

Sisa waktu dua bulan ini dinilai sangat mepet untuk memenuhi target produksi garam nasional yang berkualitas. Pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak karena kendalanya bermuara pada bantuan pemerintah yang tak kunjung diberikan.

“Kami hanya mampu menyumbang kebutuhan garam nasional sekitar 0,54 persen, untuk Jawa Timur 1,6 persen dan 2,4 persen kebtuhan garam Madura,” tutupnya.

Editor:Ferry Arbania
Sumber:___

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *