
MADURAEXPOSE.COM—Sumenep – Dalam rangka mengantisipasi rentannya penyelewengan pupuk bersubsidi, Bantuan Alsintan baik dari pusat maupun daerah dan untuk membantu pemerintah dalam mencapai swasembada pangan maka para Bintara Pembina Desa (Babinsa) harus turun langsung ke wilayah binaan masing – masing, hal ini disampaikan Danramil Arjasa. Minggu (5/3/2017).
Danramil 0827/18 Arjasa Letda Abdul Mukti Ali mengatakan, komitmen peningkatan ketahanan pangan merupakan bentuk dari kemanunggalan TNI untuk membantu petani mendapatkan hasil panen yang maksimal.
”Salah satu kendala klasik yang dihadapi petani adalah masalah pupuk yang kurang terdistribusi dengan baik, meski katanya cukup, tetapi fakta dilapangan masih banyak petani yang berteriak kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dan kurang tepatnya bantuan Alsintan di lapangan, Maka diharapkan dengan kehadiran anggota Babinsa bisa memastikan dan mengawasi agar pupuk bersubsidi dan Alsintan benar-benar sampai kepada petani,” ungkap Danramil.
Tidak hanya melakukan pengawasan Bantuan Alsintan, pupuk bersubsidi ditingkat kios dan didistributor saja akan tetapi sebagai Babinsa bisa mengantisipasi penyelewengan sehingga bantuan Alsintan dan pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke petani dan apabila kedapatan ada Alsintan dan pupuk yang diselewengkan kami akan memberikan tindakan tegas, namun harus sesuai dengan hukum yang berlaku, penanganan hukum kami serahkan ke kepolisian,” tegas Danramil yang didampingi oleh Kepala UPT Pertanian Arjasa Ir. H. Rahmattulah.
Dalam mengawasi pembagian bantuan alat mesin pertanian (alsintan) baik bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, Babinsa harus benar – benar dilaksanakan sebab, disinyalir masih ada oknum memanfaatkan moment tersebut untuk meraup keuntungan pribadi dari para petani.
“ Saya tegaskan jika masih ada yang begitu – begituan laporkan ke kami, kami siap memberiktan tindakan tegas, sebab Kepala Dinas pertanian sendiri sudah menegaskan tidak ada tetek bengek untuk mendapatkan bantuan alsintan dan bantuan itu harus benar – benar sampai dan bisa dimanfaatkan oleh petani, bukan perorangan.” ungkap Danramil.
Ditambahkan oleh Danramil aksi Babinsa turun ke lapangan ini tidak semata hanya mengawasi bantuan Alsintan dan peredaran pupuk Bersubsidi agar sampai pada petani saja akan tetapi Babinsa juga harus ikut memberikan penyuluhan tentang pertanian kepada semua petani.
”Prinsipnya, apa kendala yang dialami petani, Babinsa harus jadi orang pertama yang tahu, termasuk bagaimana mengatasi hama serta meningkatkan hasil panen, harus dikuasai anggota Babinsa,” artinya Babinsa disini harus bisa membantu petani bagaimana dapat menciptakan luas Tambah Tanam, Mengelola lahan atau sawah dengan baik dan benar sehingga bisa menghasilkan panen yang melimpah” pungkas Danramil.[Purnomo/Ferry]

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
