![Dinas Perikanan Sumenep gelontorkan Rp1,6 Miliar untuk sarpras budi daya ikan. DPRD ingatkan pengawasan ketat dan diversifikasi komoditas. [Ilustrasi Foto: Dok. IG @dinasperikanan_kab.sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1775654199/Dinas-Perikanan-sumenep-gelontorkan-rp_1-6-miliar_en7zf8.jpg)
SUMENEP, MaduraExpose.com – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sumenep mengucurkan dana segar sebesar Rp 1,6 miliar untuk pengadaan sarana dan prasarana (sarpras) budi daya ikan tahun anggaran 2026. Meski menjadi angin segar bagi sektor perikanan darat, alokasi yang menyasar 16 kelompok pembudi daya ikan (pokdakan) ini langsung mendapat sorotan tajam dari parlemen.
Dominasi Lele di Pusaran Anggaran
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), bantuan yang diberikan meliputi kolam terpal, bibit, pakan, hingga obat-obatan. Menariknya, anggaran ini didominasi oleh komoditas ikan lele, sementara udang vaname dan cacing sutra hanya mendapat porsi minoritas.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari, mewanti-wanti agar program ini tidak menjadi sekadar rutinitas penyerapan anggaran. Ia meminta adanya diversifikasi komoditas yang disesuaikan dengan potensi lokal wilayah masing-masing.
“Jangan sampai program besar ini hanya berputar pada satu jenis budi daya. Pengembangan harus sesuai karakteristik wilayah agar manfaatnya berkelanjutan,” tegas Juhari, politisi dari DPC PPP Sumenep.
Celah Pengawasan: Waspada Kelompok ‘Papan Nama’
Legislator menekankan bahwa validitas data penerima bantuan adalah harga mati. Juhari mengingatkan agar bantuan tidak jatuh ke tangan kelompok yang hanya aktif saat ada kucuran dana, alias kelompok ‘papan nama’.
“Penerima harus benar-benar kelompok aktif. Program ini tidak boleh hanya dinikmati kelompok tertentu saja,” tambahnya. Selain itu, ia menegaskan bahwa proses pengadaan sarpras harus tunduk pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang wajar untuk menghindari potensi penyimpangan harga.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Agustiono Sulasno, belum memberikan tanggapan resmi terkait mekanisme pengawasan dan detail distribusi bantuan tersebut. [tim/fer]

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)