maduraexpose.com

 


LABANG MESEM

‘Aksara Warna Batik Lebatu’: Cara Unik Murid Sumenep Lestarikan Warisan Budaya

403
×

‘Aksara Warna Batik Lebatu’: Cara Unik Murid Sumenep Lestarikan Warisan Budaya

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

Murid SDN Lenteng Barat 1 Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep pamer karya luar biasa melalui program kokurikulum “Aksara warna batik lebatu: Seni, Identitas, dan Kemandirian.[ dok.Reno Sufi/MaduraExpose]

SUMENEP – Di tengah arus modernisasi, sebuah langkah berani dan inspiratif diambil oleh SDN Lenteng Barat 1, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, untuk menjaga akar budaya lokal.

 

Melalui program kokurikuler bernama “Aksara Warna Batik Lebatu: Seni, Identitas, dan Kemandirian”, sekolah ini berupaya menanamkan kecintaan pada seni membatik sebagai bagian dari warisan budaya Madura.

 

Dari P5 Menjadi Kokurikuler: Membentuk Karakter Sejak Dini

 

Program ini bukan hal baru. Sebelumnya, sudah dimulai sebagai bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada semester 2 tahun ajaran 2024/2025. Kini, dilanjutkan secara kokurikuler di semester 1 tahun ajaran 2025/2026, menyasar murid-murid kelas tinggi.

 

Kepala SDN Lenteng Barat 1, Sri Winarni, menjelaskan bahwa program ini adalah wujud komitmen sekolah untuk memberikan pendidikan terbaik. “Kami terus berbenah membekali murid dengan ilmu pengetahuan, sikap, karakter positif, serta keterampilan adaptif,” ungkapnya, Jumat (10/10/2025).

 

Sri Winarni, yang juga Pelatih Pembina Pramuka di Pusdiklatcab Arya Wiraraja Kwarcab Sumenep, menekankan bahwa membatik bukan sekadar seni hias, melainkan “aksara atau bahasa budaya” yang menghubungkan seni dengan kemandirian ekonomi.

 

Membatik: Belajar Teknis dan Nilai Luhur

 

Program ini dirancang secara sistematis, mulai dari pengenalan, membuat sketsa, proses membatik, hingga tahap publikasi. Diperlukan kesabaran dan ketelitian dalam membimbing para murid.

 

 

Tujuan utama dari “Aksara Warna Batik Lebatu” ini sangat ambisius dan menyeluruh, antara lain:

  • Melestarikan Budaya: Mengajarkan motif dan teknik batik tulis asli Sumenep.
  • Menumbuhkan Karakter: Melatih murid untuk menjadi disiplin, teliti, bertanggung jawab, dan bangga akan identitas lokal.
  • Menciptakan Kewirausahaan: Mengembangkan keterampilan kewirausahaan sederhana, mulai dari desain, produksi, hingga pemasaran.

Prosesnya melibatkan kolaborasi dengan perajin batik atau komunitas lokal, yang bertindak sebagai pembimbing langsung. Hal ini memastikan para murid mendapatkan bimbingan autentik dan praktik yang efektif.

 

Manfaat Berkelanjutan untuk Semua Pihak

 

Manfaat program ini diharapkan tidak hanya dirasakan oleh murid, tetapi juga oleh seluruh ekosistem sekolah dan masyarakat.

 

  • Bagi Murid: Mereka akan menguasai teknik batik, meningkatkan kreativitas dan keterampilan motorik halus, serta mendapatkan bekal hidup yang berharga.

 

  • Bagi Guru: Mampu meningkatkan kompetensi dalam mengajar seni dan kewirausahaan, serta mengembangkan kegiatan kokurikuler yang produktif.

 

  • Bagi Sekolah: Mendapatkan branding dan reputasi sebagai pusat pelestarian budaya lokal dan pendidikan kewirausahaan.

 

  • Bagi Masyarakat: Memperkuat identitas budaya, menciptakan peluang ekonomi mikro, dan menguatkan hubungan antargenerasi.

 

Sri Winarni optimis bahwa program ini dapat terus berkelanjutan. “Ke depan kolaborasi dengan seluruh elemen sangat penting, agar dapat memberikan manfaat lebih luas lagi,” pungkasnya.

 

Program “Aksara Warna Batik Lebatu” membuktikan bahwa sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya, sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan.

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


Headline News

Views: 216 Kapan Bupati Fauzi Menikah dengan Nia Kurnia? Mencari Tahu Tanggal Pasti Pernikahan Pasangan Nomor Satu Sumenep SUMENEP – Kehidupan pribadi pemimpin daerah seringkali menjadi sorotan publik, termasuk kisah…

---Exposiana----