MaduraExpose.com– Di tengah riuhnya sidang paripurna DPR RI, terjadi duel retorika yang menarik perhatian antara dua tokoh kunci di panggung ekonomi dan politik.
Anggota DPR RI Said Abdullah dari Fraksi PDI Perjuangan dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, saling beradu pandang dan gagasan. Perbincangan yang semula fokus pada target pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter, tiba-tiba menukik tajam ke isu subsidi minyak goreng, yang puncaknya diwarnai canda dan ‘tantangan’ yang menggelitik.
“Gaya Koboi” yang Jadi Sorotan
Polemik ini bermula ketika Said Abdullah, politisi senior yang juga Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, menyoroti apa yang ia sebut sebagai “gaya koboi” Menteri Keuangan Purbaya. Said menyampaikan keyakinannya bahwa keberanian Purbaya dengan gaya komunikasinya yang blak-blakan—sebagaimana makna istilah ‘koboi’ dalam kancah politik—akan mampu melonggarkan kebijakan uang ketat.
Dalam rapat paripurna, Said Abdullah optimis bahwa target pertumbuhan ekonomi 7-8 persen yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai. Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah. Said juga menyinggung kesepakatan Banggar DPR dengan pemerintah terkait suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2026 yang ditetapkan di level moderat 6,9 persen.
Said Abdullah bahkan melontarkan pujian, “Namun kita yakin gaya koboi Menteri Keuangan kita bisa melonggarkan kebijakan uang ketat.” Ia berharap keberanian Purbaya akan berlanjut dan mampu menurunkan suku bunga SBN lebih rendah lagi, sehingga beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa ditekan.
Balasan Purbaya: Tantangan yang Tak Terduga
Tak disangka, pujian Said Abdullah justru dibalas Purbaya dengan sindiran yang cerdas dan mengundang tawa. Saat gilirannya menyampaikan APBN 2026, Purbaya balik menyebut Said tak berani menerima tantangan terkait subsidi minyak goreng.
“Yang enggak berani Pak Said rupanya. Jadi jangan salahkan saya, Pak Said enggak berani, minta 2 aja. Ya sudah saya kasih dua aja,” seloroh Purbaya, disambut riuh anggota dewan.
Purbaya menjelaskan bahwa ia siap menyalurkan bantuan pangan tambahan berupa minyak goreng 4 liter untuk dua bulan, Oktober dan November 2025. Jumlah ini adalah jawaban atas usulan Said Abdullah yang meminta tambahan 2 liter minyak goreng per bulan. Namun, Purbaya kemudian ‘menantang’ Said untuk berani mengusulkan 5 liter per bulan, yang ternyata tidak disambut.
Purbaya menunjukkan kesiapannya untuk menaikkan jatah subsidi minyak goreng jika memang diperlukan, karena menurutnya banyak anggaran yang tidak terserap. “Saya lihat banyak anggaran tak terserap, daripada nongkrong di BI atau rekening pemerintah, saya bagikan ke masyarakat dalam bentuk subsidi,” tegasnya, dengan nada yang ia sebut sendiri sebagai ‘gaya koboi’.
Di akhir sesi, Purbaya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kontrol dari Banggar DPR. “Pak Said hati-hati sekali, saya terimakasih dukungannya, sehingga saya enggak terlalu koboi banget pak,” tukas Purbaya, mengakhiri perdebatan dengan tawa dan tepuk tangan.
Siapa Said Abdullah?
Said Abdullah, politisi PDI Perjuangan kelahiran Sumenep, Jawa Timur, 22 Oktober 1962, bukanlah sosok baru di panggung politik nasional. Dengan latar belakang pendidikan di Universitas Imam Saud, Arab Saudi, Said memulai karir profesionalnya di sektor swasta sebelum terjun ke politik.
Rekam jejaknya di DPR RI terbilang panjang dan konsisten. Said telah menjabat sebagai anggota parlemen selama empat periode berturut-turut, dimulai dari periode 2004-2009 hingga saat ini. Ia juga pernah menjabat sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Timur pada 2013, dan kini memegang posisi strategis sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perekonomian.
Pengalaman yang luas di bidang ekonomi dan politik membuat Said Abdullah dikenal sebagai figur yang vokal dan memiliki pemahaman mendalam terhadap isu-isu strategis. Duel retorikanya dengan Purbaya hanyalah salah satu cermin dari dinamika politik yang sarat gagasan dan adu nyali, demi kesejahteraan rakyat.
[dbs/Trbn/gim/fer]


















