Jawa Timur “Juara” Suspend BGN: 788 Satuan Gizi Berhenti Operasi, Ada Apa?

Terbit: 11 Maret 2026 | 15:31 WIB

SURABAYA, MADURA EXPOSE – Sebuah langkah korektif drastis diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menghentikan sementara operasional 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Pulau Jawa. Dalam peta persebaran “suspend” tersebut, Provinsi Jawa Timur mencatatkan angka yang mengejutkan dengan total 788 unit layanan yang harus berhenti beroperasi, termasuk 19 unit di antaranya yang terkendala masalah krusial terkait infrastruktur tempat tinggal tenaga ahli.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan hasil evaluasi ketat terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan kelengkapan sarana prasarana. “Ada 1.512 SPPG yang kita hentikan sementara operasionalnya,” ungkap Dony dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga:

Secara administratif, disparitas pemenuhan persyaratan dasar menjadi alasan utama. BGN mengidentifikasi adanya kegagalan sistemik pada 443 SPPG yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar lingkungan. Selain itu, problem logistik perumahan bagi Kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan menjadi hambatan serius. Di Jawa Timur, tercatat 19 unit layanan belum mampu menyediakan fasilitas mes yang layak bagi para garda terdepan pemenuhan gizi tersebut.

Langkah suspend ini dipandang sebagai bentuk penegakan tata kelola (governance) yang kaku namun perlu, guna memastikan bahwa program nasional ini tidak sekadar berjalan, tetapi memenuhi standar keamanan pangan dan kenyamanan kerja bagi aparatur profesional di dalamnya. BGN menjanjikan proses verifikasi dan pendampingan berkelanjutan agar unit-unit di Jawa Timur dapat segera melakukan akselerasi pemenuhan syarat operasional.

EDITORIAL NOTE:

“Kebijakan moratorium operasional SPPG oleh Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan refleksi dari ketatnya standar birokrasi dalam ekosistem pelayanan publik kontemporer. Secara teori administrasi publik, penghentian ini merupakan bentuk ‘Quality Control’ yang krusial untuk mencegah kegagalan program di tingkat hilir. Dominasi angka suspend di Jawa Timur, khususnya pada aspek fasilitas mes bagi tenaga profesional, menunjukkan adanya diskoneksi antara perencanaan anggaran pusat dengan realitas ketersediaan aset di daerah. Namun, langkah ini juga memberikan sinyal bahwa BGN mengutamakan integritas operasional di atas sekadar angka capaian kuantitatif, demi menjamin output layanan yang kredibel dan akuntabel.”

Executive Director & Chief Strategist: Ferry Arbania | Madura Expose Digital Ecosystem

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *