Sudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak SejarahBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang Emasharga emas realtimeHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega OtomotifJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena Fashionprediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaSekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabayasensa138sensa138sensa138sensa138Round Rock JournalbociljpBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifybudaya dan alam sulawesi baratprabangkara newsyourbestieSekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah PemudaBalai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DIYAloha4daloha4daloha4daloha4dbimahokibima88bima88BIMAHOKIbimahokibimahokiKiyo4dkiyo4dkiyo4drahasia pola simbol berulangtaktik membaca pergerakan digitalanalisis mekanisme keberuntungan digitalpanduan teknik profesional bermaineksplorasi fitur putaran gratisstrategi mengelola modal bermainmembongkar skema perputaran simbolrahasia simbol berantai fantastiskunci membuka peluang instananalisis pergerakan algoritma rahasiainformasi terbatas membentuk kesimpulan tidak akuratperubahan lingkungan menggeser hasil tanpa disadarikurangnya evaluasi membuat kesalahan terulang kembaliemosi sesaat mempengaruhi cara membaca situasiterlalu mengandalkan pola lama menjadi risikokurang sabar membuat arah menjadi tidak stabilasumsi awal sering tidak mewakili realitaperubahan kecil terakumulasi menjadi dampak besarkurang fokus membuat detail penting terlewatharapan tinggi tidak selalu sejalan kenyataanekspektasi tinggi sering berakhir tidak sesuaikebiasaan kecil diam diam mengubah hasil besarpersepsi awal sering menyesatkan arah keputusanpola lama tidak selalu berlaku selamanyaketergantungan data singkat memicu kesalahan besarfokus berlebih membuat pola sulit terbacaoverthinking mengaburkan situasi yang sebenarnya sederhanarasa percaya diri berlebih memicu kesalahan arahzona nyaman menghambat adaptasi terhadap perubahankeputusan cepat sering mengabaikan faktor penting

Sajadah dan Sajak Benazir: Cara Sang Penyair ‘Menanam’ Surga di Hati Anak

Terbit: 2 Maret 2026 | 22:15 WIB

SUMENEP – Ramadhan bagi Benazir Nafilah Syamlan bukan sekadar perpindahan jam makan atau ritual menahan dahaga. Di tangan perempuan kelahiran Sumenep yang dikenal lewat baris-baris puisinya yang magis ini, bulan suci adalah sebuah panggung “estetika domestik”. Di sela kesibukannya sebagai wanita karier yang menyita waktunya, Benazir justru menemukan ritme paling syahdu di balik pintu rumahnya sendiri.

Benazir, sosok hijaber yang kerap meramu diksi menjadi elegi keindahan, mengaku bahwa Ramadhan 2026 ini memberinya kemewahan yang tak terbeli: Waktu. Ketika jam kerja melandai, ia tidak memilih beristirahat di menara gading kesastrawanannya. Ia justru turun ke “akar”, menjadi guru sekaligus sahabat bagi buah hatinya.

“Bulan suci ini adalah momentum untuk lebih intim mendampingi anak-anak. Ada kebahagiaan saat bisa mengecek langsung perkembangan ibadah mereka, sesuatu yang mungkin kerap terlewat di hari-hari biasa,” tutur Benazir kepada MaduraExpose.com, Senin (2/3/2026).

Seni Menanam Keteladanan Bagi Benazir, mendidik anak bukan tentang rentetan perintah, melainkan tentang narasi perbuatan. Ia memperlakukan dapur dan meja makan sebagai ruang kelas yang hangat. Mengajari anak menyiapkan hidangan berbuka bukan sekadar urusan perut, melainkan seni menghargai proses dan rasa syukur.

Lebih jauh, sang penyair ini menanamkan filosofi kepedulian yang mendalam. Ia mengajarkan bahwa di dalam setiap rezeki yang mengalir, terdapat hak orang lain yang tertitip. “Mengajari mereka bahwa sebagian harta kita bukan milik kita sepenuhnya. Kita memberi contoh nyata bagaimana mengasihi orang tua, dengan harapan jejak keteladanan ini akan mereka tiru kelak,” tambahnya dengan nada bicara yang tertata, khas seorang sastrawan.

Benazir Nafilah Syamlan memaknai bulan suci sebagai ruang untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan sosial kepada anak-anaknya.
Benazir Nafilah Syamlan. [dok. Madura Expose]

Mencetak Calon Kepala Keluarga Ada visi besar di balik kelembutan Benazir. Ia sadar betul bahwa anak laki-lakinya adalah calon pemimpin masa depan. Dengan penuh kesadaran, ia membiarkan anak-anaknya merekam jejak keseharian ayah dan ibunya sebagai referensi moral saat mereka berkeluarga nanti.

“Sangat mengesankan mengajari calon kepala keluarga dari sekarang. Mereka melihat bagaimana ibu dan ayahnya berinteraksi sehari-hari. Itu adalah bekal yang jauh lebih berharga daripada teori apa pun,” imbuhnya lagi.

Seni di Balik Sahur Benazir menutup kisahnya dengan sebuah catatan tentang “kehangatan yang tertata”. Baginya, Ramadhan menghadirkan struktur hidup yang lebih indah; shalat dan makan bersama yang menciptakan suasana rumah menjadi lebih bercahaya. Bahkan, momen membangunkan anak untuk sahur pun dianggapnya memiliki nilai artistik tersendiri.

“Membangunkan anak sahur itu ada seninya,” pungkasnya sembari tersenyum. Sebuah pernyataan yang menegaskan bahwa bagi seorang Benazir Nafilah Syamlan, menjadi ibu adalah puisi terindah yang pernah ia tulis seumur hidupnya.

Penulis Red./Editor: Ferry Arbania  | Madura Expose

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Lebaran dr. Tifa: Antara Langkah Sunyi, Luka yang Sakral, dan Kemenangan Hati

Terbit: 19 Maret 2026 | 20:10 WIB SUMENEP – Di tengah gempita perayaan Idul Fitri 1447 H, sebuah pesan kontemplatif datang dari sosok intelektual dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa). Melalui…

Mudik 2026: Komisi VI DPR RI Soroti Kegagalan Mitigasi BUMN Karya di Jalur Krusial

Terbit: 17 Maret 2026 | 23:21 WIB JAKARTA – Arus mudik Lebaran 2026 yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan nasional, kini berubah menjadi ujian kesabaran bagi jutaan masyarakat. Kendala klasik berupa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *