
SUMENEP – Di balik narasi “kemegahan” dan “identitas budaya” yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), berdirinya Tugu Keris di kawasan Taman Bunga kini memicu kembali perdebatan panas di tengah masyarakat. Sementara pemerintah sibuk memoles estetika, publik justru bertanya: apakah ini simbol kebanggaan atau sekadar proyek penghamburan anggaran yang salah sasaran?
Kontradiksi Narasi: Identitas vs Realitas
Plt Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, mengklaim bahwa tugu ini adalah manifestasi identitas “Kota Keris”. Namun, jika kita menengok ke belakang, media sosial dan portal berita lokal sempat dibanjiri kritik pedas saat proyek ini pertama kali mencuat.
Banyak pihak menilai pembangunan tugu ini kontradiktif dengan kondisi lapangan:
Menghalangi Cagar Budaya: Sejumlah pemerhati sejarah sebelumnya menyoroti bahwa penempatan tugu di sisi depan taman berpotensi merusak view (pemandangan) asli kawasan bersejarah di sekitar Keraton dan Masjid Jamik yang seharusnya dijaga keaslian visualnya.
Estetika yang Dipertanyakan: Di internet, netizen sempat menjuluki proyek-proyek serupa sebagai “hiasan tanpa makna” yang justru mempersempit ruang publik bagi pejalan kaki.
Skala Prioritas: Di tengah tuntutan perbaikan infrastruktur jalan yang rusak di pelosok desa dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang belum tuntas, pembangunan tugu “estetika” ini dianggap sebagai langkah yang kurang peka terhadap urgensi ekonomi rakyat.
Anggaran “Cantik” di Tengah Keluhan Publik
Pemerintah daerah menyebut rehabilitasi taman sisi selatan, timur, dan utara adalah upaya mempercantik wajah kota. Namun, publik tidak lupa pada sorotan media mengenai besaran anggaran yang dialokasikan untuk “sekadar” ornamen bola hias dan tugu, sementara fasilitas dasar di pasar-pasar tradisional seringkali luput dari perhatian serupa.
“Sudah selayaknya ruang publik dilengkapi tugu kebanggaan,” ujar Anwar Syahroni.
Pertanyaannya: Apakah kebanggaan bisa mengenyangkan perut rakyat? Ataukah tugu ini hanya akan menjadi objek foto sesaat yang kemudian terbengkalai, menambah daftar panjang aset daerah yang “megah di awal, kumuh di akhir”?
Membuang Sampah atau Membuang Anggaran?
Himbauan DLH agar masyarakat menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya terdengar ironis bagi sebagian warga. Masalah sampah di Sumenep bukan hanya soal ketersediaan tong sampah di Taman Bunga, melainkan sistem pengelolaan sampah secara makro yang masih sering dikeluhkan di berbagai sudut kota.
Tabel Perbandingan: Klaim vs Sorotan Publik
| Fokus | Klaim Pemerintah (DLH) | Kritik Publik/Media |
| Fungsi | Sarana Edukasi & Budaya | Proyek Seremonial / Pencitraan |
| Lokasi | Strategis di Taman Bunga | Mengganggu Estetika Cagar Budaya |
| Tujuan | Meningkatkan Daya Tarik Wisata | Prioritas Anggaran Dipertanyakan |
| Dampak | Mempercantik Wajah Kota | Mempersempit Ruang Publik Terbuka |
Catatan Kritis
Hadirnya Tugu Keris memang mengubah wajah Taman Bunga. Namun, sebuah kota tidak hanya dibangun dari beton dan semen berbentuk keris. Identitas sejati sebuah daerah terletak pada kesejahteraan warganya dan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan dasar, bukan sekadar simbol yang berdiri kaku di tengah taman.
Akankah Tugu Keris ini benar-benar menjadi saksi kemajuan Sumenep, atau justru berdiri sebagai monumen pengingat akan kebijakan yang lebih mengutamakan “kosmetik” daripada “intrinsik”?

![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)