Dobrak Tradisi “Ayah Pencari Nafkah Saja”, Bupati Fauzi Terbitkan SE: ASN Sumenep Wajib Ambil Rapor Anak atau SDM Taruhannya!

Terbit: 18 Desember 2025 | 08:10 WIB

MaduraExpose.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, resmi menabuh “genderang perang” terhadap stigma kuno yang menempatkan urusan pendidikan anak hanya di pundak kaum ibu. Lewat Surat Edaran (SE) Nomor 43 Tahun 2025, sang Bupati mencanangkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar).

Kebijakan ini bukan sekadar imbauan manis, melainkan instruksi keras bagi seluruh ASN dan masyarakat di ujung timur Pulau Madura. Pesannya jelas: Ayah yang absen dalam pendidikan anak adalah ancaman bagi kualitas SDM masa depan!

Akhiri Dominasi Ibu: Ayah Jangan Jadi “Pajangan”

Selama puluhan tahun, pemandangan pengambilan rapor di sekolah-sekolah Sumenep didominasi oleh kaum ibu. Ayah seringkali berlindung di balik alasan “sibuk cari nafkah”. Namun, per 13 Desember 2025, dalih itu tak lagi laku di bawah kepemimpinan Cak Fauzi.

“Peran ayah tidak hanya soal mencari nafkah. Ayah perlu hadir dan mengetahui perkembangan akademik serta karakter anak,” tegas Achmad Fauzi dengan nada provokatif namun mendalam, Selasa (16/12/2025).

Menurut Cak Fauzi, ketidakhadiran ayah dalam momen krusial pendidikan anak bisa meruntuhkan kepercayaan diri sang buah hati. Ayah diminta tidak lagi pasif dan hanya menjadi “pajangan” di dalam rumah tangga dalam urusan sekolah.

ASN Diberi Fleksibilitas: Pimpinan OPD Jangan Menghambat!

Hebatnya, kebijakan ini tidak hanya menyasar warga sipil. Bupati Fauzi memerintahkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan ruang dan fleksibilitas bagi ASN pria agar bisa hadir ke sekolah anak-anak mereka.

“Saya minta pimpinan OPD memberi ruang bagi ASN yang menjalankan Gemar. Ini investasi jangka panjang!” perintah sang Bupati.

Instruksi ini menjadi tantangan bagi para birokrat: Apakah mereka mampu mengesampingkan ego administrasi demi mencetak generasi unggul, atau tetap kaku dengan aturan jam kerja konvensional yang mengabaikan peran keluarga?

Sinkronisasi Nasional: Sumenep di Garis Depan “GATI”

Langkah berani Sumenep ini sejalan dengan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang digagas BKKBN pusat. Di saat daerah lain masih terjebak dalam program-program seremonial, Sumenep melakukan akselerasi nyata melalui paksaan administratif yang edukatif.

Sebagai pembanding, di beberapa kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, tren keterlibatan ayah memang mulai naik, namun belum banyak yang berani memayunginya dengan Surat Edaran (SE) resmi selevel Kabupaten. Sumenep kini memposisikan diri sebagai barisan terdepan dalam revolusi mental pengasuhan anak.

Sekolah Wajib Prioritaskan Bapak-Bapak!

Dalam SE tersebut, pimpinan satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA diminta memberikan “karpet merah” alias prioritas bagi wali murid laki-laki saat pembagian rapor. Dokumentasi kehadiran ayah kini menjadi indikator keberhasilan kampanye penguatan karakter anak di Sumenep.

Ke depan, tak ada lagi alasan bagi para ayah untuk mangkir. Bupati Fauzi telah membuka jalan, memberikan izin, dan menuntut aksi nyata. Kini bola panas ada di tangan para ayah: Ingin menjadi teladan, atau sekadar menjadi mesin pencari uang yang asing bagi anaknya sendiri? (Tim/Red)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *