Analis Politik: Jika Gerindra, PKB dan PPP Berkoalisi, PDIP Sulit Menangi Pilkada Sumenep 2024

Terbit: 10 Mei 2024 | 06:41 WIB

Sumenep, Maduraexpose.com— Menjadi pemenang Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 di Kabupaten Sumenep, bukan berarti PDI Perjuangan yang dipastikan kembali mengusung Calon Bupati petahana menjadi aman dalam menghadapi Pilkada Sumenep yang dijadwalkan KPU pada November 2024 mendatang.

Banyak pihak memprediksi, jika tidak waspada, bukan mustahil calon yang akan diusung DPC PDI Perjuangan Sumenep akan dengan mudah dikalahkan oleh rival politiknya.

Menurut beberapa analis politik, pasca Pemilu 2024, peta politik bisa berubah drastis pasca Pilpresn dimenangkan oleh pasangan Prabowo-Gibran.

“Satu-satunya yang bisa membuat PDIP Sumenep harus bekerja keras di Pilkada 2024, jika sampai terjadi koalisi solid 3 Partai, PKB, PPP dan Gerindra,”demikian Analis politik Anang Endro dalam keterangan yang diterima Maduraexpose.com, Kamis 09 Mei 2024 malam.

Pria yang dikenal Aktivis Anti Korupsi ini juga menyinggung prediksi Ketua LSM Gaki yang memprediksi adanya kemungkinan terjadinya 3 poros dalam Pilkada Sumenep.

“Kalau sampai itu terjadi, baru Pilkada sumenep 2024 ramai. Mungkinkah hal ini bisa terjadi ? Apalagi dari awal Farid Gaki selalu bilang, jika nanti Pilkada Sumenep 2024 akan muncul 3 Poros. Ini kan cuma sekedar analisa dari berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi meski mungkin sangat jauh api dari panggang,” lanjut Anang menambahkan.

Namun yang tak kalah menariknya, lanjut Anang, paslon yang diusung PDI Perjuangan dipastikan kewalahan menghadapi koalisi tiga parpol besar yang diungkap sebelumnya.

“Jika sampai terjadi muncul koalisi PKB, PPP dan Gerindra, maka akan membuka peluang bersatunya kekuatan para Kyai di Sumenep yang masuk dalam gerbong PKB dan PPP. Dan ini bisa jadi kembali memunculkan kekuatan politik pesantren dengan bersatunya para kyai dan santri dalam satu gerbong,” imbuhnya.

Anang melihat peta kekuatan Gerindra yang sukses mengantarkan Prabowo menjadi presiden terpilih patut diwaspadai oleh PDI Perjuangan dalam konstestasi Pilkada Sumenep.

“Ditambah kekuatan sebagian kaum nasionalis dari Gerinda, yang pasti juga akan menyeret turut sertanya para petinggi Partai Gerindra di Pusat dan Provinsi, mengingat posisi Sumenep yang strategis untuk berbagai kepentingan sebagai the soul of Madura,” demikian Anang meyakinkan.

Kendati demikian, Anang sangat yakin, jika PDI Perjuangan telah mengantisipasi munculnya kekuatan baru dalam peta politik Pilkada Sumenep tahun ini.

“PDIP pasti sudah mengantisapi kemungkinan hal demikin terjadi, sehingga dari awal kita sudah sama-sama tau dan melihat beberapa kali adanya pertemuan antara Pak Fauzi dengan Kyai Fikri,” imbuh Anang panjang lebar.

Dilain pihak, Anang juga melihat adanya peluang koalisi dengan parpol lain seperti PAN. Dirinya melihat adanya kedekatan antara petinggi elit PDIP seperti MH Said Abdullah dengan Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai Ketum PAN.

“Dan celah ini mampu dilihat oleh PAN, sehingga dari awal cenderung mendekat dan merapat ke PDIP, tentunya ingin memanfaatkan kedekatan mereka dengan para petinggi PDIP Sumenep (Pak Said & Pak Fauzi) untuk bisa meningkatkan elektabitas mereka di masyarakat,” papar Anang lebih jauh.

Anang menduga adanya alternatif mencegah terjadinya koalisi PKB dengan PPP yang bertahan dengan perolehan kursi legislatif sebanyak 5 kursi dalam Pileg 2024.

“Alternatif utk mencegah terjadinya koaliasi antara PKB dan PPP ada dua, menarik PPP masuk dalam koalisi dengan PDIP atau mendorong PPP untuk memunculkan gerbong koalisi sendiri tanpa PKB. Dengan perolehan 5 kursi, PPP harus mampu dan bisa menggandeng partai lain untuk bisa maju membawa gerbong dan calon sendiri (dari koalisi) di Pilkada 2024,” tandasnya.

Anang melanjutkan lagi, jika 3 poros benar-benar terjadi pada Pilkada Sumenep November 2024, pihaknya memprediksi kemenangan kembali diraih oleh PDI Perjuangan.

“Kalau sampai benar muncul 3 Poros, maka PDIP akan menang dengan mudah dan cost politiknya lebih murah dibandingkan jika mereka harus melawan bumbung kosong atau hanya 1 lawan,” katanya.

Menurut Anang, sejauh ini soliditas PDI Perjuangan tak diragukan lagi, dengan demikian, lanjut dia, makin banyak calon, potensi memenangkan kembali Pilkada Sumenep akan lebih mudah dilakukan.
“Semakin banyak lawan, PDIP akan semakin diuntungkan, karena suara PDIP itu sudah jelas dan militan. Kita bisa lihat dari hasil perolehan Pileg kemarin. Hampir para pemilih caleg yang diusung PDIP merasa puas dan tidak dikecewekan, baik pada saat pemilihan maupun pasca pemilihan,”imbuhnya. [Ferry Arbania/MaduraExpose]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Haji Her di Hyatt dan Teka-teki KPK

Terbit: 10 April 2026 | 00:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran…

Beli Elpiji 3 Kg Pakai Retina Mata? Said Abdullah: Jangan Hamburkan Anggaran!

Terbit: 6 April 2026 | 23:20 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, melemparkan usulan revolusioner guna membendung kebocoran subsidi energi yang kian membengkak. Politisi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *