Dandhy Laksono ‘Menyalak’: Jejak Air Keras Novel Baswedan Berulang di Tubuh Andrie Yunus!

Terbit: 14 Maret 2026 | 03:30 WIB

JAKARTA, MaduraExpose.com – Jurnalis investigasi dan sineas kawakan, Dandhy Laksono, memberikan kritik tajam terkait tragedi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, pada Kamis malam (12/3). Melalui sebuah refleksi visual yang mendalam, Dandhy menarik garis paralel yang mengkhawatirkan antara luka yang dialami Andrie saat ini dengan tragedi serupa yang menimpa mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, hampir satu dekade silam.

Dalam perspektif hak asasi manusia dan sosiologi hukum, keberulangan metode serangan menggunakan cairan kimia berbahaya ini bukan sekadar kriminalitas jalanan biasa. Hal ini mengindikasikan adanya “pola teror yang membeku”—sebuah mekanisme intimidasi sistematis yang sengaja ditujukan untuk melumpuhkan pilar-pilar kritis masyarakat sipil. Dandhy menyoroti betapa tragisnya nasib para pembela publik di Indonesia; di mana dedikasi terhadap keadilan harus dibayar dengan luka bakar 24 persen dan ancaman kebutaan permanen.

Penanganan medis yang melibatkan enam dokter spesialis di RSCM, mulai dari spesialis mata hingga syaraf, menjadi bukti konkret atas brutalitas serangan tersebut. Dalam analisisnya, Dandhy seolah ingin mengingatkan publik bahwa selama aktor intelektual di balik “skema air keras” masa lalu tidak pernah tuntas diungkap, maka ruang publik akan terus menjadi arena berburu yang berbahaya bagi siapapun yang vokal terhadap ketidakadilan.

Kehadiran narasi dari tokoh sekelas Dandhy Laksono ini memperkuat tekanan publik agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak menganggap remeh insiden Salemba sebagai tindak pidana umum. Peristiwa ini adalah ujian bagi integritas administrasi keamanan nasional dalam melindungi aset-aset demokrasi di tengah transisi politik menuju Indonesia Emas 2045. (Red)

Baca Juga: Teror Salemba: Saat Air Keras Mencoba Bungkam Suara Kritis di Bulan Suci!

FokusExpose: Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Jejak ‘OTK’ di Salemba Mulai Terkuak!

Catatan Redaksi:
Tragedi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus bukan sekadar serangan fisik terhadap seorang individu, melainkan upaya brutal untuk melarutkan keberanian sipil dalam air keras impunitas. Sejarah mencatat bahwa metode pengecut ini kerap berulang saat nalar kritis mulai dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas semu. MaduraExpose.com berdiri bersama nilai-nilai kemanusiaan yang disuarakan tokoh-tokoh seperti Dandhy Laksono; karena ketika keadilan dicederai secara sistematis, maka diam adalah sebuah pengkhianatan terhadap demokrasi. Kami mendesak negara untuk tidak hanya mengejar eksekutor di lapangan, tetapi juga mengungkap arsitek di balik layar guna mengakhiri siklus kegelapan ini.

Ferry Arbania
Executive Editor, Madura Expose Global Media

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

KPK “Ubek-ubek” Gurita Cukai: Tiga Bos Rokok Terseret Pusaran Korupsi Bea Cukai!

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan update penindakan kasus korupsi bea cukai yang melibatkan pengusaha rokok.

Mahfud MD ‘Sentil’ KPK Soal UU Tahanan Rumah YCQ

Terbit: 29 Maret 2026 | 05:33 WIB “Diskursus mengenai rasa keadilan publik kembali terusik. Prof. Mahfud MD, tokoh nasional sekaligus pakar hukum asal Madura, melontarkan kritik retoris yang menohok nalar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *