Harlah JQH NU Sumenep ke-73, Ada Haflah Tilawah dan Santunan Anak Yatim

Terbit: 22 Januari 2024 | 23:31 WIB

Sumenep, Maduraexpose.com– Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Sumenep menggelar Haflah Tilawah dan Santunan Anak Yatim, Ahad (21/01/2024). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-73.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, dihadiri langsung oleh Ketua PW JQH NU Jawa Timur KH Ahid Sufiaji, Wakil Ketua PCNU Sumenep K Abdul Wasid, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sumenep Kamiluddin, serta sejumlah pengurus JQH NU di Sumenep.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua PCNU Sumenep K Abdul Wasid mengapresiasi rangkaian kegiatan Harlah JQH NU ke-73. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tradisi positif yang perlu terus dilanjutkan.

“Saya berharap JQH NU terus melakukan upaya penguatan organisasi dari PAC hingga ranting. Kemudian, membentuk lembaga binaan yang terdiri dari unsur pesantren, madrasah diniyah, MI, MTs, dan MA sederajat,” kata Wasid.

“Hal ini penting untuk memastikan ta’limul Qur’an sanadnya jelas, beraliran Ahlussunnah wal Jamaah. Sehingga setelah melakukan penguatan organisasi, langkah berikutnya adalah memiliki lembaga binaan,” tambahnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setdakab Sumenep Kamiluddin berharap JQH NU Sumenep terus berkontribusi untuk kemajuan spiritualitas bangsa dan negara.

“JQH NU Sumenep harus menjadi penggerak umat dalam meningkatkan kualitas keislaman dan kebangsaan. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan, seperti pembinaan, pelatihan, dan kompetisi,” kata Kamiluddin.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan santunan anak yatim. Sebanyak 200 anak yatim dari berbagai desa di Kabupaten Sumenep menerima santunan berupa uang tunai dan sembako.

“Kami berharap santunan ini dapat membantu meringankan beban hidup para anak yatim. Selain itu, juga menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berprestasi,” kata Ketua Panitia Pelaksana Siti Nur Asiyah.

(Miko, Han)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *