
Sumenep (Maduraexpose.com)– Pelantikan Ketua dan Kepengurusan Dewan Kesenian Sumenep (DKS) yang baru periode 2022-2027 kemarin, Rabu 01 Juni 2022.
Kendati tak diundang dalam acara tersebut Syaf Anton tak berkecil hati, meski banyak pihak senima ln senior menyangkan “insiden” tersebut.
Bahkan dalam sebuah Grup WhatsApp (WGA) Forum Pariwisata Sumenep dirinya sempat memberikan penjelasan yang mengundang simpatik banyak kalangan. Berikut catatan Budayawan Syaf Anton dilihat Maduraexpose.com pada Kamis 02 Juni 2022.

Syaf Anton WR:
Sebagamana dalam pemberitaan madura expose, saya tidak ingin berpolemik masalah pelantikan DKS ini, meski sejumlah seniman dan pihak lain menghubungi saya “kok bisa terjadi seperti itu ya?”, bahkan pertanyaan tersebut terlontar dari seniman luar Sumenep. “Ini cacat prosedural,” katanya.
Bagi saya no problem. Biarkan mereka bekerja dan bertanggung sebagaimana tugasnya.
Namun perlu saya sampaikan. jauh sebelumnya, telah saya bahas dengan Kadisbudporapar, tentang dewan kesenian secara jelas dan gamblang, bahkan saya cerita kondisi hubungan antar seniman di Sumenep dan lainnya. Dan bahkan pada acara Silaturrami Seniman Sumenep waktu lalu (dihadiri sekitar 150 seniman) di sepakati tidak akan membentuk DKS, yang juga diikuti dan disepakati oleh teman seniman yang sekarang jadi pengurus. Mengapa? Banyak alasan yang jadi patokan.
Yang menjadi tanda tanya, setelah kami perhatikan DKS 2002 ini , terdapat orang sama DKS 2008 (ketua Turmidi Jaka).
Akhirnya saya paham, mengapa tidak dilaksanakan musyawarah budaya, Ternyata ada pihak menyampaikan ke saya; ini kelanjutan DKS 2008 yang belum dilantik.
Nah. Ini saya samakan, ketika partai menuntut perpanjangan presiden 3 priode yang akhirnya dihantam habis-habisan oleh sejumlah pihak yang akhirnya gagal, karena menyimpang dari aturan yang ada.
Mengapa musyawarah budaya diharuskan, karena dari sini akan menjadi pertanyaan; untuk apa, untuk siapa, bagaimana dan seterusnya DKS, selain tentu para seniman jadi saksi sekaligus meminta (perjanjian) pertanggung jawaban agar program sesuai dengan fungsi dan manfaatnya.
Ingat DEWAN itu bukan sanggar. Sanggar bisa dibentuk kapan saja, dengan cara apa saja. Pembentukan pengurus RT saja butuh kesepakatan dan pemilihan untuk menentuk ketua. Bahkan terjadi perseturuan antar warga. Itulah keterbukaan dan demokrasi
Tapi alasannya, DKS 2022 membangun mitra yang baik antar seniman, bukan untuk kelompok sendiri, bukan untuk karyanya sendiri, di Sumenep terdapat ribuan seniman yang butuh perhatian.(Ferry Arbani)
Disclaimer: Tulisan Syaf Anton WR di WGA tidak dilakukan pengeditan sedikitpun.

![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)