Demo Tolak UAS Batal di Sumenep, ‘Gerakan Santri Madura’ Dipertanyakan

Terbit: 22 Mei 2022 | 07:14 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)— Sosok Ustaz Ahmad kini diincar banyak orang lantaran namanya disebut-sebut sebagai Korlap Aksi yang mengatasnamakan Gerakan Santri Madura. Mereka berkirim surat ke pihak Polres Sumenep tertanggal 18 Mei 2022 dengan kop surat tertera alamat sekretariat gerakan itu di Jalan Lingkungan Dalama, Pajagalan, Kecamatan/Kota Sumenep.

Belakangan terungkap jika rencana aksi penolakan UAS di depan Masjid Jamik Sumenep yang hendak melibatkan massa 200 orang itu batal digelar. Gerakan Santri Madura menolak kedatangan UAS dengan tudingan penceramah kondang asal Riau itu menyebarkan paham radikal dan intoleran.

Menindak lanjuti adanya surat pemberitahuan asksi itu, pihak Polres Sumenep langsung mengerahkan personel pengamanan di lokasi yang disebutkan dalam surat pemberitahuan aksi sebelumnya, yakni depan Masjid Jamik Sumenep. Namun hingga pukul 13.00 WIB ‘Gerakan Santri Madura” tak berani menampakkan batang hidungnya, pun juga tak pemberitahuan pembatalan aksi.

Dikonfirmasi Wartawan, Humas Polres Sumenep AKP Widiarti pengerahan personel tak jadi masalah meski aksi batal digelar. Menurutnya, pihak Polres berkewajiban mempersiapkan pengamanan meski pada kenyataannya tak jadi digelar tanpa pemberitahuan pembatalan.

AKP Widiarti menyebutnya, pengerahan personel sesuai tempat dan waktu yang disebutkan dalam surat pemberitahuan semacam itu, sebagai langkah antisipasi dari pihak Polres Sumenep.

“Jadi maupun tidak (aksi), kami (Polres) sudah mempersiapkan pengamanan. Kenyataan tidak ada, itu tidak jadi masalah,” terangnya dikonfirmasi wartawan, Sabtu 21 Mei 2022.

Sekretariat Gerakan Santri Madura Misterius?
Batalnya gelaran aksi unjuk rasa penolakan UAS tampaknya berbuntut panjang, karena sejumlah pihak mulai menyoroti kelompok yang mengatasnamakan Gerakan Santri Madura itu batal menggelar aksi. Sosok Ust Ahmad yang disebut-sebut sebagai Korlap Aksi diduga bukan orang Sumenep. Bahkan kop surat dengan Alamat Jalan Lingkungan Delama, Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep yang digunakan ‘Gerakan Santri Madura’ juga mulai diragukan banyak pihak.

Hal itu diperkuat dengan penjelasan AKP Widiarti kepada Awak Media, bahwa alamat Jalan Lingkungan Delama tidak ada. Sejumlah warga juga mengaku tidak pernah mengetahui alamat itu.Bahkan saat melakukan pelacakan melalui google maps, justru diarahkan ke Jalan Dokter Sutomo, depan Museum Keraton Sumenep, sebelah timur Alun-Alun kota.

“ Di timur Museum itu memang ada kampung namanya ‘Demala’, tapi tidak ada alamat Jalan Lingkungan Delama,” imbuh AKP Widarti S.SH. [ram/fat/int]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *